Kesempatan ini menjadi bukti konsistensinya sebagai salah satu pegulat potensial yang dimiliki Indonesia.
Aliansyah menjadi satu-satunya perwakilan dari Kaltim yang akan bergabung dalam TC tersebut, bersama empat atlet lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Rencananya, pemusatan latihan akan mulai dilaksanakan pada 25 Maret mendatang.
Pelatih gulat Kaltim, Muhammad Badriansyah, yang juga dipercaya menangani tim nasional gulat Indonesia untuk Asian Games 2026, menjelaskan bahwa awalnya terdapat tiga atlet asal Kaltim yang mendapatkan undangan mengikuti TC. Namun, dari tiga nama tersebut, hanya Aliansyah yang dapat memenuhi panggilan.
Dua atlet lainnya, yakni Ashar Ramadhani dan Mutiara Ayuningtyas, terpaksa absen karena alasan masing-masing.
“Mutiara berhalangan karena ada urusan keluarga, sementara Ashar saat ini masih menjalani pendidikan di Akademi Militer (Akmil) TNI, sehingga belum bisa bergabung,” ungkap Badriansyah.
Meski demikian, persiapan Aliansyah tetap berjalan sesuai rencana. Selama bulan Ramadan, program latihan yang dijalankan difokuskan pada pemeliharaan kondisi fisik agar tetap prima tanpa membebani atlet secara berlebihan.
Badriansyah menjelaskan setelah resmi masuk TC pada 25 Maret, Aliansyah akan menjalani rangkaian program lanjutan, termasuk mengikuti kejuaraan internasional di Spanyol. Setelah itu, program akan dilanjutkan dengan pemusatan latihan intensif selama tiga bulan di Bulgaria.
Terkait target pada Asian Games 2026, Badriansyah menegaskan tim tetap memasang sasaran yang jelas sejak awal. Menurutnya, target menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan dan motivasi atlet.
“Yang pasti kami tetap memasang target. Aliansyah dalam kondisi siap, karena selama ini sudah terbiasa menjalani latihan secara mandiri. Jadi kapan pun dipanggil, dia sudah siap,” tegasnya.
Dengan pengalaman dan kesiapan yang dimiliki, Aliansyah diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Editor: Erwin