Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan sebelumnya pertemuan direncanakan berlangsung pada bulan Ramadan.
Namun, padatnya agenda sejumlah pihak, termasuk Kepala Dinas serta perwakilan tuan rumah dari Kabupaten Paser, membuat jadwal tersebut ditunda.
“Pertemuan kami putuskan dilaksanakan di awal April, antara tanggal 8 atau 9. Tujuannya agar tidak ada lagi ketidakpastian terkait pelaksanaan Porprov,” ujar Rasman saat dikonfirmasi pada Rabu (18/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dispora se-Kaltim bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim akan membahas secara menyeluruh kesiapan pelaksanaan, termasuk mempresentasikan berbagai skenario waktu penyelenggaraan.
Rasman menjelaskan, terdapat dua opsi tahun pelaksanaan yang saat ini menjadi perdebatan, yakni 2026 dan 2027. Masing-masing opsi memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kemampuan anggaran daerah.
Menurut KONI Kaltim katanya, pelaksanaan pada 2027 berpotensi menghadapi beban anggaran (overhead) yang lebih besar.
Namun di sisi lain, sejumlah kabupaten/kota justru mengusulkan agar Porprov tidak digelar pada 2026 karena keterbatasan kesiapan.
“Kalau dilaksanakan 2026, memang bisa, pemerintah provinsi siap. Tetapi penganggarannya tidak maksimal. Bahkan kemungkinan hibah tidak langsung ke tuan rumah, melainkan melalui belanja langsung Dispora,” jelasnya.
Sementara itu, jika pelaksanaan diundur ke 2027, Rasman secara pribadi menilai waktu yang lebih ideal adalah pada triwulan kedua. Hal ini mempertimbangkan kesiapan anggaran dan teknis penyelenggaraan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan tersebut.
“Kita tidak bisa menutup-nutupi kondisi anggaran. Memang situasinya sedang tertekan,” kata Rasman.
Terkait besaran hibah, Rasman mengungkapkan hingga kini belum ada angka pasti yang disepakati. Usulan sementara berada di kisaran Rp60 miliar, mengacu pada pelaksanaan sebelumnya di Kabupaten Berau yang mencapai Rp50 miliar, termasuk pembiayaan infrastruktur dan peralatan.
“Usulan itu masih akan dikoreksi. Prinsipnya, provinsi akan membantu sesuai tugas dan fungsi, tetapi kesiapan tuan rumah juga menjadi faktor penting,” tambahnya.
Dalam agenda pertemuan awal April nanti, Dispora Kaltim juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap venue yang disiapkan oleh Kabupaten Paser. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana secara menyeluruh.
Rasman menyatakan optimisme Paser memiliki kesiapan yang lebih baik dibandingkan daerah lain. Namun, keputusan akhir tetap akan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah secara keseluruhan.
Editor: Aspian Nur