Namun, capaian tersebut belum didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Hingga kini, aktivitas latihan dan kompetisi hoki di Kaltim masih terpusat di lapangan peninggalan PON 2008 di Kompleks Gelora Kadrie Oening.
Lapangan tersebut menjadi satu-satunya fasilitas utama yang digunakan atlet, baik untuk latihan maupun penyelenggaraan kejuaraan tingkat daerah. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat perkembangan hoki modern telah mengalami perubahan signifikan.
Di tingkat internasional, penggunaan lapangan berlapis karpet sintetis telah menjadi standar utama dalam penyelenggaraan turnamen. Sementara itu, fasilitas di Kaltim dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.
Keterbatasan infrastruktur ini berdampak langsung terhadap daya saing atlet. Perbedaan karakteristik lapangan membuat pemain harus beradaptasi lebih keras saat berlaga di ajang yang menggunakan fasilitas modern.
Hal ini juga tercermin dalam komposisi tim nasional yang tengah menjalani pemusatan latihan (training camp) untuk persiapan kualifikasi Asian Games. Pada sektor putri, Kaltim hanya diwakili satu atlet. Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode sebelumnya, saat Kaltim kerap menjadi salah satu penyumbang utama pemain bagi skuat nasional.
Pelatih hoki Kaltim, Abdul Rachman, mengakui keterbatasan fasilitas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan atlet di daerah. Menurutnya, minimnya sarana yang sesuai standar hoki modern menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas permainan.
“Mungkin ini dipengaruhi oleh faktor sarana di daerah kita yang belum mendukung perkembangan hoki di era modern,” ujarnya belum lama ini.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kaltim tetap berupaya menjaga semangat pembinaan atlet.
“Kamis para pelatih juga terus melakukan berbagai inovasi dalam metode latihan untuk membantu pemain beradaptasi dengan perbedaan kondisi lapangan, terutama saat bertanding di tingkat nasional maupun internasional,” bebernya.
Upaya improvisasi tersebut diharapkan mampu mempertahankan eksistensi Kaltim sebagai salah satu kekuatan hoki nasional sekaligus mendorong perhatian lebih dari pihak terkait terhadap pentingnya pembangunan fasilitas olahraga yang representatif di daerah.
Editor: Erwin