Ia menilai rencana pergeseran jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang berpotensi digelar pada tahun tersebut dapat menimbulkan benturan dengan berbagai agenda olahraga tingkat nasional.
Menurut Sutomo, seluruh pengurus cabang (pengcab) Perpani di kabupaten dan kota se-Kaltim telah menuntaskan Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Setelah tahapan tersebut rampung, pembinaan atlet kini difokuskan sepenuhnya untuk persiapan menghadapi Porprov sebagai ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi.
Meski demikian, para atlet tetap menjalani program latihan rutin di klub masing-masing guna menjaga performa serta meningkatkan kemampuan teknik dan fisik.
Sutomo berharap jadwal pelaksanaan Porprov tidak mengalami penundaan. Ia khawatir jika agenda tersebut digeser ke 2027, pelaksanaannya akan beririsan dengan sejumlah agenda penting olahraga nasional.
“Harapannya Porprov tidak sampai mundur. Kalau jadwalnya ditunda, dikhawatirkan akan bertabrakan dengan agenda nasional seperti persiapan Babak Kualifikasi PON maupun pelaksanaan PON itu sendiri,” ujar Sutomo, Kamis (5/3/2026).
Selain persoalan jadwal, Sutomo juga menyinggung kondisi pembinaan olahraga yang saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran.
Hingga kini, dana hibah pembinaan olahraga dari pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim disebut belum juga disalurkan.
Akibatnya, Pengurus Provinsi Perpani Kaltim untuk sementara hanya dapat memfokuskan kegiatan pada penguatan internal organisasi sembari menunggu kepastian pencairan anggaran tersebut.
“Untuk sementara kami masih sebatas melakukan penguatan organisasi. Dari KONI juga anggaran hibah pembinaan belum turun, sehingga ruang gerak kami dalam melakukan pembinaan atlet masih cukup terbatas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sutomo menegaskan perubahan jadwal Porprov akan berdampak langsung pada kalender kegiatan cabang olahraga panahan di daerah.
Pasalnya, berbagai program pembinaan atlet telah disusun berdasarkan agenda yang telah direncanakan sebelumnya.
Jika Porprov mengalami penundaan, maka sejumlah program latihan, seleksi atlet, hingga persiapan menuju agenda nasional harus kembali disesuaikan.
“Kalau Porprov benar-benar mundur tentu akan mengganggu kalender kegiatan yang sudah disusun. Di sisi lain kita juga harus mempersiapkan atlet menghadapi agenda nasional ke depan. Karena itu kami berharap Porprov tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tutupnya.
Editor: Erwin