Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi kepada Korankaltim.com Minggu (2/3/2026) sore kemarin di Samarinda.
“Ya, hasil visit dari tim yang kami kirim ke Kaltim, Stadion Segiri dan Stadion Palaran tidak layak jadi tempat pertandingan dengan alasa yang berbeda. Kalau Stadion Batakan layak karena memenuhi standar tapi ajang AFF U-17 tidak mungkin hanya menggunakan satu stadion,” ujar Yunus.
Stadion Batakan di Balikpapan yang jadi markas klub Liga 2 Persiba dinyatakan layak dari segala aspek, sementara markas Borneo FC yaitu Stadion Segiri tidak memenuhi syarat di satu aspek vital yaitu pencahayaan atau lampu stadion.
Berdasarkan hasil verifikasi dari PSSI dan AFF, tingkat pencahayaan Stadion Segiri hanya mencapai angka 900 lumen sementara standar minimal pencahayaan untuk kompetisi level kelompok umur internasional, adalah 1.200 lumen.
Untuk Stadion Utama Kaltim di Palaran, jarak antara garis dan ujung tendangan sudut dengan sentelban hanya sekitar 30 sentimeter, sehingga menyulitkan pemain saat mengambil corner kick.
“Melihat waktu pertandingan yang mepet karena AFF U-17 digelar akhir April 2026 mendatang dan drawing berlangsung 6 April, diputuskan Kaltim tidak bisa menggelar pertandingan itu. Venue dipindahkan ke Jawa Timur di Stadion Gelora Delta di Sidoarjo dan Stadion Petrokomia di Gresik,” papar Yunus.
Yunus yang juga mantan ketua umum PSSI Kaltim ini menegaskan kekurangan yang ada di Stadion Segiri dan Stadion Palaran harus jadi perhatian serius.
“Tentu ini harus jadi perhatian Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda agar apa yang kurang ini bisa segera dibenahi,” paparnya.
Sebagai orang Kaltim Yunus menyayangkan lewatnya momen besar ini. Hanya saja tak ingin masyarakat Kaltim kecewa, Yunus tidak menyerah dan berjuang agar ada even tingkat Asia bisa digelar di Benua Etam.
“Saya berharap Kaltim bisa jadi tuan rumah untuk even timnas usia muda berikutnya di U-19 bulan September tapi syaratnya kekurangan yang ada harus dibenahi dan diperbaiki,” tegas Yunus mengakhiri.
Sebelumnya diberitakan kalau Yunus Nusi sudah memperjuangkan agar Kaltim jadi penyelenggara AFF U-17 dan mengirim tim untuk melakukan verifikasi agar ajang sepak bola Asia Tenggara untuk usia muda yang diikuti 11 negara itu bisa berlangsung lancar, namun hasil verifikasi memastikan stadion yang ada belum memenuhi persyaratan sesuai peraturan dari AFC.
Editor: Aspian Nur