Wakil Ketua Pertina Kaltim Musrifin membacakan sambutan Ketua Pengprov Ismail Bolong, yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. “Saya selaku Ketua Pertina Kaltim memohon maaf tidak bisa hadir dikarenakan kesehatan saya terganggu,” tulis Ismail yang disampaikan melalui Musrifin.
Dalam pernyataannya, Ismail juga memastikan tidak akan kembali maju pada periode kepengurusan berikutnya. “Dalam Musprov Pertina Kaltim ini saya tidak bisa maju lagi. Semoga dapat terpilih ketua yang baru yang mampu memberikan kemajuan bagi tinju di Kaltim,” lanjutnya.
Prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang panjang, berjenjang, dan berkesinambungan. Ke depan, Pertina Kaltim diharapkan semakin fokus pada sistem pembinaan terpadu guna mencetak atlet-atlet berprestasi.
Selama masa bakti 2021–2026, berbagai program telah dijalankan melalui kerja keras seluruh pengurus dan anggota Pertina Kaltim, namun masih ada sejumlah program yang belum optimal dan menjadi tugas bagi kepengurusan selanjutnya.
Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, memberikan apresiasi atas kontribusi Pertina Kaltim dalam mengharumkan nama daerah di ajang nasional.
“Atas nama keluarga besar KONI Kaltim, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Banyak catatan emas yang telah ditorehkan Pertina Kaltim,” ujarnya.
Ia mengingatkan, pada Pekan Olahraga Nasional XIII tahun 1993, Pertina Kaltim menyumbangkan satu medali emas melalui petinju asal Kutai Kartanegara Muhammad Arsyad.
Prestasi gemilang juga kembali terulang pada Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau dengan raihan dua medali emas. Menurut Rusdi, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif para pengurus lintas generasi, mulai dari Ronald Lolang, Luther Kombong, hingga kepemimpinan terakhir Ismail Bolong. “Catatan emas ini tidak pernah terhapuskan. Ini adalah kebanggaan seluruh insan tinju Kaltim,” tegasnya.
KONI Kaltim optimis regenerasi kepengurusan akan membawa semangat baru dalam pembinaan atlet, sehingga tradisi prestasi tinju Kaltim tetap terjaga dan bahkan meningkat.
Musprov Pertina Kaltim 2026 pun menjadi titik awal konsolidasi organisasi, sekaligus momentum transisi kepemimpinan untuk memperkuat fondasi pembinaan menuju prestasi yang lebih gemilang di tingkat nasional.
Editor: Aspian Nur