Hal itu terungkap saat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) se-Kaltim melakukan rapat koordinasi (rakor) di Aula Tower Kadrie Oening, Samarinda, Kamis (12/2/2026).
Rapat tahunan tersebut membahas sinkronisasi program kerja lintas tingkatan pemerintahan hingga kesiapan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan rakor ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program kerja antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Pertama, ini kegiatan rutin tahunan untuk silaturahmi antar-Dispora se-Kaltim. Kedua, untuk mensinkronkan dan mensinergikan program kerja antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota,” ujar Faisal.
Selain agenda utama, rakor juga dilanjutkan dengan pembahasan teknis melalui desk masing-masing bidang, baik kepemudaan maupun olahraga. Setiap daerah diminta menyampaikan isu strategis dan program prioritas di wilayahnya.
Namun, agenda terpenting dalam rakor kali ini adalah mendengarkan kesiapan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah Porprov 2026.
Pemprov Kaltim ingin memastikan komitmen serta partisipasi seluruh kabupaten/kota sebelum mengambil keputusan final.
“Kita harus dengar dua-duanya. Paser bilang siap, tapi provinsi juga perlu tahu apakah kabupaten/kota lain ikut berpartisipasi atau tidak. Kalau yang ikut hanya tiga daerah, tentu perlu kita pertimbangkan,” tegasnya.
Menurut Faisal, partisipasi daerah menjadi faktor krusial dalam menentukan kelayakan pelaksanaan Porprov 2026. Dia menilai akan kurang ideal jika event olahraga tingkat provinsi hanya diikuti sebagian kecil kabupaten/kota.
Dalam pembahasan tersebut, muncul dua opsi waktu pelaksanaan Porprov, yakni tetap pada 2026 atau digeser ke awal 2027.
Pertimbangan ini muncul karena padatnya agenda olahraga pada 2027, seperti BK-PON, Popda, Peparnas, serta ajang internasional Sukan Borneo yang telah mendapat persetujuan Gubernur Kaltim.
“Tahun 2027 itu padat sekali. Kalau pun digeser, kemungkinan di awal tahun, seperti Februari atau Maret, sebelum masuk agenda besar lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Pemprov Kaltim tetap mengupayakan agar Porprov dapat terlaksana pada 2026, dengan catatan partisipasi dan kesiapan anggaran daerah mencukupi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dispora Kaltim masih belum bisa memberikan kepastian terkait kapan pelaksanaan Porprov 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser. “Iya ditunggu saja, nanti,” tegas Faisal.
Beberapa daerah juga nampaknya masih belum bisa memberikan keterangan terkait kesiapan karena anggaran yang tidak mencukupi di masing-masing.
Editor: Erwin