Pengusaha asal Samarinda, Hendra, menjadi satu-satunya nama yang lolos dalam proses penjaringan dan berpeluang besar terpilih secara aklamasi.
Sekretaris Umum Hapkido Kaltim, Juli Prastomo, menjelaskan bahwa tahapan penjaringan calon telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Musda melalui mekanisme pra-Musda.
Dari seluruh proses tersebut, hanya satu figur yang memenuhi persyaratan administrasi serta ketentuan organisasi yang berlaku.
“Berdasarkan hasil penjaringan, hanya satu nama yang memenuhi seluruh persyaratan, yaitu Hendra. Sesuai tata tertib Musda, apabila hanya terdapat satu calon yang sah, maka proses pemilihan dilakukan secara aklamasi,” ujar Juli.
Ia menegaskan, agenda Musda kali ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang berjalan sesuai aturan organisasi, bukan karena pergantian mendadak.
Kepemimpinan sebelumnya dipegang oleh Jefry Kwando selama dua periode berturut-turut. Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, Jefry tidak dapat mencalonkan diri kembali.
Saat ini, Jefry Kwando diketahui tengah menjalani perawatan medis di Singapura untuk menjalani operasi penggantian ring jantung. Pihak pengurus pun memohon doa dan dukungan dari seluruh keluarga besar Hapkido Kaltim atas kondisi tersebut.
“Kami mohon doa untuk kesembuhan beliau. Secara aturan memang sudah menjabat dua periode, sehingga tidak bisa mencalonkan kembali. Musda ini lebih kepada melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi,” jelas Juli.
Lebih lanjut, Juli mengungkapkan Hapkido Kaltim memiliki tradisi menghadirkan sosok ketua dari kalangan pengusaha murni.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga fokus organisasi pada pengembangan olahraga, sekaligus meminimalkan potensi kepentingan politik di dalam tubuh organisasi.
Selama dua periode memimpin, Jefry Kwando dikenal sebagai pengusaha di sektor perkapalan dan perminyakan.
Sementara itu, Hendra juga memiliki latar belakang usaha yang sejalan, yakni bergerak di bidang transporter minyak dan gas, batu bara, serta perkapalan.
Selain latar belakang bisnis, kemampuan komunikasi Hendra dengan berbagai pemangku kepentingan dan birokrasi dinilai menjadi nilai tambah tersendiri.
“Kami melihat kepedulian beliau terhadap olahraga cukup besar. Itu yang menjadi dasar kami untuk mendukung dan mengusungnya sebagai calon ketua,” tegas Juli.
Dalam pelaksanaan Musda, Hendra tidak dapat hadir secara langsung karena tengah memenuhi undangan Kementerian Perhubungan terkait urusan bisnisnya.
Meski demikian, ia dijadwalkan menyampaikan visi dan misi secara daring. Selain itu, perwakilan dari pihaknya juga akan hadir untuk menyampaikan kesiapan Hendra dalam memimpin Hapkido Kaltim ke depan.
Musda ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Saat ini, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, kepengurusan Hapkido telah terbentuk di sembilan daerah, hanya Kabupaten Berau yang masih dalam proses pembentukan.
Dari sisi prestasi, Hapkido Kaltim mulai menunjukkan perkembangan positif. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, satu-satunya atlet yang berhasil lolos kualifikasi sukses mempersembahkan satu medali perak bagi Kaltim.
“Lolos satu atlet, berangkat satu, dan berhasil membawa pulang satu medali. Jika dihitung secara persentase, pencapaiannya 100 persen,” pungkasnya.
Editor: Erwin