Menurutnya, keberadaan laboratorium sport science akan menjadi sarana strategis untuk mendeteksi potensi atlet sejak usia dini secara ilmiah.
Melalui metode tersebut, bakat olahraga anak dapat diidentifikasi berdasarkan struktur tubuh, kekuatan fisik, hingga karakter biologis, sehingga penempatan cabang olahraga menjadi lebih tepat.
“Modelnya seperti di Korea Selatan. Siapa pun bisa masuk, dites secara ilmiah, lalu ditentukan cabang olahraga yang paling sesuai,” ujar Rasman, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, laboratorium tersebut idealnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan dikelola melalui kerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan serta perguruan tinggi yang memiliki program olahraga.
Selain untuk pembinaan atlet daerah, fasilitas ini juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Laboratorium ini bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh atlet Kaltim, tetapi juga dari daerah lain, bahkan orang tua yang ingin menguji potensi olahraga anaknya. Itu bisa dikomersialkan secara profesional,” jelasnya.
Rasman menilai, hingga saat ini fasilitas sport science semacam itu belum tersedia di Kaltim. Padahal, perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), menuntut dunia olahraga untuk lebih terbuka dan adaptif.
“Ini sudah eranya sport science, bahkan AI. Kita tidak boleh tertutup terhadap kemajuan teknologi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rasman menyebut keberadaan laboratorium tersebut juga berpotensi menjadi pusat pengujian atlet untuk wilayah Kalimantan hingga Indonesia Timur, mengingat posisi Kaltim yang strategis.
Terkait pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan, Rasman menjelaskan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim telah meminta pimpinan DPRD untuk menerbitkan rekomendasi kepada Universitas Mulawarman (Unmul).
DPRD kata dia, juga mendorong Pemprov Kaltim agar memberikan dukungan optimal dan proporsional demi terwujudnya fakultas tersebut.
“Tujuan utama kemarin adalah Unmul meminta rekomendasi DPRD kepada Gubernur agar pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.
Editor: Erwin