Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni mengatakan, kebijakan ini diambil demi menjaga marwah pembinaan atlet asli daerah. Prestasi tidak boleh dibeli secara instan melainkan harus dipupuk dari Sumber Daya Manusia (SDM) lokal secara berkelanjutan.
"Kami tetap komitmen mencetak atlet dari Kukar, yang tidak ber-KTP luar Kukar tidak akan di fasilitasi apalagi didaftarkan ke Porprov. Ini langkah agar pembinaan kami konsisten dan lebih serius," kata Aji Ali, Selasa (27/1/2026).
Meski demikian Dispora Kukar masih memberikan kelonggaran bagi posisi pelatih. Tenaga ahli dari luar daerah tetap diperbolehkan masuk selama memiliki kompetensi tinggi untuk memoles kualitas atlet-atlet Kukar.
Saat ini, sebanyak 56 cabang olahraga (cabor) mulai dipetakan kekuatannya, meski beberapa nomor olahraga perairan masih dalam tahap evaluasi karena keterbatasan atlet.
Sementara, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar Rahman menyebut mereka telah mengusulkan anggaran fantastis mencapai lebih dari Rp100 Miliar menuju pesta olahraga multievent empat tahunan se-Kaltim itu.
"Anggaran itu untuk memastikan persiapan atlet maksimal, mulai dari pemusatan latihan atau TC (Training Center) hingga pemenuhan gizi dan fasilitas yang layak. Selama babak kualifikasi, kontingen Kukar sangat dominan, terutama di cabang bela diri. Kami optimistis juara umum bisa kembali kepelukan," ujar Rahman.
Alur anggaran akan tetap melalui proses verifikasi ketat di KONI sebelum diajukan ke Dispora. Hal ini dilakukan agar setiap rupiah yang keluar benar-benar tepat sasaran untuk kebutuhan para atlet.
Kini, dengan target tinggi dan modal kepercayaan diri dari hasil kualifikasi tahun 2025, kontingen Kukar mulai melakukan penjajakan akomodasi di Paser.
Pemkab Kukar ingin memastikan para atlet mendapatkan tempat bernaung yang nyaman agar fokus mereka tak terbagi saat berburu emas di kejuaraan tersebut.
“Ambisi Kukar tidak main-main, jadi juara umum,” pungkas Rahman.
Editor Aspian Nur