Setelah gagal menembus posisi lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, kinerja olahraga Kaltim justru menunjukkan tren positif melalui peningkatan prestasi di berbagai ajang nasional sepanjang 2025.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua KONI Samarinda, Wahyudi HS. Ia menilai secara umum arah pembangunan prestasi olahraga Kaltim telah sesuai dengan program yang dirancang oleh KONI Kaltim dan perlu terus dijaga kesinambungannya.
“Secara garis besar pembinaan olahraga Kaltim sudah berada di jalur yang benar. Program-program yang disusun terlihat mulai membuahkan hasil,” ujar Wahyudi, yang akrab disapa Yudi, belum lama ini.
Namun demikian, ia menyayangkan dinamika yang muncul menjelang berakhirnya masa kepengurusan KONI Kaltim.
Hal itu berkaitan dengan pernyataan Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, yang menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) mendatang.
Menurut Yudi, capaian dan progres pembinaan olahraga Kaltim selama ini tidak terlepas dari peran Rusdiansyah Aras yang dinilai memiliki visi dan pemahaman kuat terhadap pembinaan olahraga.
“Saya pribadi cukup menyayangkan keputusan beliau. Padahal menurut saya, Pak Rusdi masih sangat layak dan pantas untuk melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua,” ungkapnya.
Yudi juga menyoroti paparan Rusdiansyah Aras dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim sebelumnya.
Dia menilai apa yang disampaikan menunjukkan kapasitas dan kematangan dalam tata kelola organisasi olahraga, khususnya dalam menyikapi keterbatasan anggaran daerah.
“Di tengah kondisi fiskal yang cukup menantang, beliau tetap mampu menyusun program yang realistis dan terukur. Dengan anggaran yang relatif minim, hasil perencanaannya sudah sangat baik,” katanya.
Lebih lanjut, Yudi menegaskan siapa pun figur yang nantinya maju dan terpilih sebagai Ketua KONI Kaltim harus memiliki pemahaman komprehensif tentang dunia olahraga, sekaligus kemampuan manajerial yang mumpuni.
“Membina olahraga itu tidak mudah. Tidak cukup hanya paham cabang olahraga, tetapi juga harus mampu mengelola program dan anggaran pengembangan prestasi secara profesional,” jelasnya.
Berdasarkan pengalaman pribadi dalam berkomunikasi dan berkoordinasi, Yudi menilai Rusdiansyah Aras merupakan sosok yang terbuka dan responsif terhadap berbagai masukan, meskipun tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan pandangan.
“Komunikasi beliau sangat baik dan terbuka. Walaupun ada perbedaan pemikiran di beberapa hal, saya tetap melihat beliau sebagai figur yang pantas untuk memimpin KONI Kaltim,” pungkasnya.
Editor: Erwin