Ketua Umum KONI Kota Samarinda, Wahyudi HS mengatakan didasarkan pada capaian pada Porprov sebelumnya di Kabupaten Berau, di mana Samarinda berhasil sebagai juara umum meskipun dukungan anggaran belum maksimal.
“Porprov di Berau kas minim, tapi alhamdulillah kita bisa juara umum. Bukan tidak mungkin kalau nanti kita bisa keluar sebagai juara umum lagi,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Stamen tersebut diungkapkan setelah menerima kondisi keuangan di 10 kabupaten/kota yang terpangkas dari pusat.
Menurut Yudi sapaan akrabnya, banyak skema yang bisa digunakan oleh Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim). Sebagai percontohan, beberapa cabang olahraga (cabor) sudah menerapkan skema bapak atau orang tua asuh.
“Skema ini bisa digunakan untuk pendanaan kita menuju Porprov 2026 di Kabupaten Paser mendatang,” jelasnya.
Yudi meyakini, masih banyak cara yang bisa dilakukan KONI dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, yang juga akan mulai bergerilya untuk menyukseskan kontingennya menuju Bumi Daya Taka.
“Kita bisa kerja sama dengan perusahaan, jadi kita serahkan proposal, kemudian kita bisa pakai orang tua asuh, semua bisa diusahakan,” tegasnya.
Menurut Muslimin, jika melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda, memang tidak memungkinkan.
“Kalau acuan hanya APBD jelas tidak mungkin, ada beberapa opsi swasta yang bisa kita gunakan. Aman saja,” bebernya.
Terlebih, cabor tidak hanya perseorangan, ada juga yang beregu, dan tentu memerlukan anggaran miliaran. Setidaknya kurang lebih Rp5 miliar digelontorkan kontingen Samarinda pada Porprov Berau 2022 lalu.
Namun, dirinya optimis kontingen Kota Samarinda bisa kembali menyabet juara umum pada multievent olahraga tertinggi di Kaltim.
Editor: Erwin