Sejumlah pengurus cabor menilai Rusdiansyah memiliki kapasitas, pengalaman serta rekam jejak keolahragaan yang memadai untuk kembali memimpin induk organisasi olahraga di Benua Etam.
Satu diantara dukungan disampaikan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengprov PJSI) Kaltim Muslimin.
Saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim belum lama ini Muslimin menegaskan capaian Kaltim yang belum berhasil menembus lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pimpinan KONI.
Kegagalan tersebut menurutnya merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari pemerintah daerah, pengurus cabor, hingga elemen pendukung lainnya. Karena itu dianggapnya tidak adil apabila Rusdiansyah Aras harus menanggung beban moral seorang diri.
Sebelumnya, Rusdiansyah Aras sempat menyampaikan pernyataan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua KONI Kaltim sebagai bentuk tanggung jawab moral atas hasil PON 2024. Namun, pernyataan tersebut justru menuai respons berbeda dari sejumlah pengurus cabor, termasuk Muslimin.
“Saya secara pribadi masih mendukung Pak Rusdi untuk melanjutkan kepemimpinannya, tentu dengan sejumlah catatan penting,” ujar Muslimin.
Mantan Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kaltim itu mengaku masih akan mencermati siapa saja figur yang berpotensi maju sebagai calon ketua KONI. Baginya, posisi ketua KONI tidak bisa diisi sembarang orang tanpa latar belakang dan pemahaman mendalam tentang olahraga.
Rusdiansyah Aras dinilai memiliki keunggulan karena berasal dari dunia olahraga itu sendiri. Pengalaman sebagai atlet, pelatih, pengurus cabor, hingga menduduki jabatan ketua KONI, menjadi modal penting yang sulit ditandingi.
“Harapan kami tentu pemimpin berikutnya harus lebih hebat. Tapi jujur Pak Rusdi ini menurut saya sosok yang luar biasa. Basic beliau jelas dari olahraga dan secara persyaratan sangat memenuhi,” tegasnya.
Muslimin juga menyoroti kesiapan KONI Kaltim dalam menyusun tahapan pembinaan ke depan, termasuk pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebagai bagian dari proses menuju kualifikasi PON. Menurutnya, konsep yang saat ini berjalan sudah berada di jalur yang benar. “Kalau konsep ini diubah lagi tanpa perhitungan matang, dampaknya bisa fatal,” ucapnya mengingatkan.
Terkait komunikasi dengan Rusdiansyah Aras, Muslimin mengaku tidak perlu melakukan pertemuan khusus. “Saya tahu betul karakter beliau. Pantang menyerah. Saya juga yakin masih banyak cabor yang mendukung dan menyayangkan jika beliau benar-benar tidak maju lagi. Dalam hal ini kita bicara murni soal olahraga, mencari pemimpin yang memahami visi pembinaan,” tutup Muslimin.
Editor: Aspian Nur