Atlet dari Benua Etam berhasil menyumbangkan 3 medali emas, 8 perak dan 10 perunggu dari pesta olahraga multievent dua tahunan tersebut dengan medali emas diraih atlet cabang olahraga gulat, kabaddi dan catur.
Apresiasi pun diberikan KONI Pusat atas prestasi tersebut yang disampaikan Wakil Ketua I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Samarinda Sabtu (3/1/2026) hari ini.
Suwarno pun menegaskan KONI Pusat mendorong seluruh provinsi untuk fokus pada cabang olahraga Olimpiade dan pada PON mendatang, KONI berencana hanya mempertandingkan 32 cabor Olimpiade. “Kalau dilihat perolehan medali Kaltim, cabang olahraga untuk Olimpiade baru dua,” jelasnya.
Diharapkan kebijakan ini menjadi acuan bagi seluruh daerah dalam menentukan prioritas pembinaan atlet. “Sehingga prestasi Indonesia di level internasional dapat semakin kompetitif dan berkelanjutan,” sebut Suwarno.
Pada kesempatan itu Suwarno menyoroti dinamika penyelenggaraan SEA Games Thailand serta arah kebijakan pembinaan olahraga nasional. Dinamika SEA Games tidak terlepas dari SEA Games Charter yang direvisi pada tahun 2000 dan kembali ditegaskan pada 2010 saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang.
Dalam aturan tersebut, tuan rumah memiliki kewenangan besar untuk menentukan cabang olahraga yang dipertandingkan. “Setiap tuan rumah hanya diwajibkan mempertandingkan minimal 14 cabor Olimpiade, selebihnya dapat diatur sendiri oleh tuan rumah,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, tuan rumah juga memiliki kewenangan mengatur jumlah nomor pertandingan serta kepesertaan negara tamu. “Sebagai contoh, pada cabor sepak takraw yang mempertandingkan 10 nomor, negara tamu hanya diperbolehkan mengikuti empat nomor saja,” tuturnya.
Menurut Suwarno, praktik ini menjadi keuntungan tuan rumah yang kemudian ditiru oleh negara lain. Saat berkomunikasi dengan Malaysia dan Singapura, keduanya mengakui pola tersebut dipelajari dari Indonesia saat menjadi tuan rumah pada 2011.
Pada SEA Games terakhir di Thailand, tercatat 51 cabor dipertandingkan, sementara Indonesia hanya mengikuti 49 cabang olahraga.
Editor: Aspian Nur