Rasa haru dan bangga disampaikan Rusdi atas soliditas seluruh jajaran KONI Kaltim dalam momen itu. Perjalanan satu periode kepemimpinannya diibaratkan sebagai mengarungi ombak besar. Namun kapal bernama KONI Kaltim tetap kokoh berlayar berkat kerja kolektif seluruh pihak. “Segala kepercayaan yang diraih, medali yang dikumpulkan serta keringat para atlet adalah hasil kerja keras bersama. Tidak ada keberhasilan yang dicapai sendirian,” tegas Rusdi.
Meski Kaltim belum berhasil menembus target lima besar pada PON XXI/2024, namun terjadi peningkatan signifikan dari sisi perolehan medali. Kaltim berhasil mengoleksi 154 medali, terdiri dari 30 emas, 55 perak dan 69 perunggu, meningkat 54 persen dibandingkan PON XX/2021 Papua yang hanya meraih 100 medali.
Jika dibandingkan dengan PON XVII/2016 Jawa Barat, Kaltim meraih 138 medali, capaian pada PON 2024 juga menunjukkan kenaikan sekitar 12 persen. Hal tersebut menjadi indikator positif dari proses pembinaan olahraga di daerah.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan pada ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus, dimana Benua Etam sukses menembus lima besar nasional, berada di bawah DKI Jakarta, Jabar, Jatim dan Jateng dengan perolehan 16 emas, 15 perak dan 32 perunggu.
Sementara itu, pada Sukan Borneo Kaltim, kontingen tuan rumah menempati peringkat ketiga dengan 12 emas, 11 perak dan 8 perunggu.
Atlet-atlet Kaltim juga turut mengharumkan nama Indonesia di SEA Games Thailand, dengan sumbangan 3 emas, 8 perak dan 10 perunggu.
Rusdi juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji yang hadir pada acara tadi atas dukungan penuh pemprov, baik secara moral maupun material.
Dukungan pemerintah merupakan “nyawa” bagi pembinaan prestasi olahraga di Benua Etam. Arah pembangunan olahraga Kaltim sejalan dengan asta cita Presiden, yakni membangun olahraga prestasi dari daerah untuk Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di tingkat global.
Memasuki tahun 2026, Rusdi menilai Kaltim menghadapi fase yang sangat krusial. Selain persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser, KONI Kaltim juga harus mulai mematangkan langkah menuju babak kualifikasi PON 2027 hingga puncaknya pada PON XXII 2028.
“Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana penjaringan atlet terbaik yang akan kita dorong ke level nasional,” tegasnya.
Target besar pun dicanangkan, yakni membawa Kaltim menembus tiga besar nasional, sebagaimana harapan Gubernur Rudy Mas’ud dan Seno Aji. “Harus bangkit bersama, bersatu dalam semangat dan memastikan pembinaan berjalan maksimal. Atlet dan pelatih adalah pahlawan sejati Kaltim,” tutup Rusdi.
Editor: Aspian Nur