Bontang Tak Kirim Tujuh Cabang Olahraga ke Porprov VIII/2026 di Paser
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmadani
KORANKALTIM.COM, BONTANG – Kota Bontang dipastikan tak mengikuti tujuh cabang olahraga saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 berlangsung di Kabupaten Paser November mendatang.
Kurangnya pembinaan atlet dan lemahnya kesiapan organisasi menjadi alasan utama absennya ketujuh cabang olahraga tersebut yaitu anggar, selam, ski air, mix martial art, e-sport, serta beberapa cabor lain yang kepengurusannya dinilai tidak aktif. Sebagian besar cabor tersebut bahkan sudah lama tidak melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang menyebut dari total 63 cabor yang dipertandingkan, hanya 56 cabor yang dinilai layak dan siap diberangkatkan. Ketua KONI Bontang Jamaludin menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pembinaan atlet, keaktifan kepengurusan, serta kesiapan administrasi masing-masing cabor.
“Masalah utamanya adalah pembinaan atlet yang tidak berjalan. Prinsip kami jelas, cabor yang berangkat harus siap secara organisasi dan punya peluang prestasi,” kata Jamaluddin kepada Korankaltim Jumat (2/1/2025).
“Anggar surat keputusan kepengurusannya sudah habis dan pembinaannya menurun. Selam dua tahun terakhir tidak ada pengurus aktif. E-sport sampai sekarang belum memiliki kepengurusan yang jelas,” jelas dia.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kesiapan atlet untuk bersaing di ajang Porprov. Bahkan, terdapat cabor yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK) Porprov namun tetap akan dievaluasi ulang. “Lolos BK Porprov belum tentu berangkat. Kalau pembinaan dan kesiapan atletnya tidak meyakinkan, tetap akan kami tinjau ulang,” tegas Jamal lagi.
Jumlah 56 cabor yang direncanakan berangkat masih bersifat dinamis. Jika dalam evaluasi lanjutan ditemukan cabor yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan, maka jumlah tersebut berpotensi berkurang.
“Kalau tidak ada progres pembinaan, untuk apa diberangkatkan. Lebih baik anggarannya dialihkan ke cabor yang benar-benar siap dan berprestasi,” paparnya.
Langkah tegas tersebutdilakukan agar penggunaan anggaran Porprov lebih efektif dan tepat sasaran. Untuk Porprov VIII Kaltim, KONI Bontang mengajukan anggaran sekitar Rp7 Miliar yang diarahkan untuk mendukung cabor aktif dengan pembinaan atlet yang berjalan baik. “Anggaran ini harus memberi dampak langsung terhadap prestasi daerah,” ucap Jamal.
KONI Bontang akan melakukan evaluasi organisasi terhadap cabor yang tidak aktif. Tidak menutup kemungkinan, status keanggotaan cabor di lingkungan KONI Kota Bontang akan dicabut apabila tidak ada pembinaan dan aktivitas yang berkelanjutan. “Nanti akan kami bahas di rapat kerja. Kalau tidak ada pembinaan dan kegiatan, tentu ada konsekuensinya,” tutup Jamaluddin.
Editor: Aspian Nur










