Mengibaratkan KONI Kaltim sebagai sebuah “kapal besar” yang mengarungi samudera penuh tantangan, ia memilih jalur soft landing atau pendaratan mulus untuk memastikan organisasi tetap stabil demi menyongsong target ambisius di masa depan.
Diketahui Keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari papan skor, melainkan dari ketangguhan internalnya. Rusdi, sapaan akrabnya, menekankan kekuatannya selama ini terletak pada loyalitas para pengurus atau “Anak Buah Kapal (ABK)”.
“Saya bersyukur meski kapal ini menerjang ombak besar, hampir seluruh ABK tetap setia diposisinya,” kata Rusdi kepada Korankaltim.com Rabu (31/12/2025). “Solidaritas kami mencapai 99,9 persen. Kami tetap satu komando hingga akhir dermaga,” ujarnya dengan nada bangga.
Secara kesatria, Rusdi mengakui target peringkat lima besar di PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) belum tercapai. Namun dibalik peringkat ke-8 tersebut, tersimpan anga-angka pertumbuhan yang luar biasa secara kualitas dan kuantitas.
Pada PON XX/2021 yang berlangsing di Papua, Kaltim berhasil meraih 100 medali, dengan rincian 25 medalu emas, 33 perak dan 42 perunggu.
Sementara pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut, Kaltim berhasil mengamankan 154 medali, dengan rincian 30 medali emas, 55 perak dan 69 perunggu. Data menunjukkan adanya lonjakkan perolehan medali sebesar 54 persen, dibanding edisi Papua.
Bahkan, raihan 154 medalu ini melampaui capaian saat Kaltim duduk di peringkat lima besar di PON XIX/2016 di Jabar dengan 138 medali.
Hal ini membuktikkan pembinaan atlet di Bumi Etam mengalami kemajuan pesat secara kompetitif di level nasional. Keputusan Rusdi untuk tidak melanjutkan ke periode kedua bukanlah bentuk menyerah, melainkan strategi regenerasi terukur.
Ia ingin memberikan karpet merah bagi figur muda untuk menjawab keinginan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang menargetkan provinsi ini menembus tiga besar urutan nasional pada PON 2028. Sebagai warisan kepemimpinannya, Rusdi telat menyiapkan dua instrumen krisial.
Untuk program kerja 2026, dia memastikan transisi administrasi dan pembinaan atlet tetap berjalan tanpa jeda, dilanjutkan dengan road map PON 2028, peta jalan strategis yang menitikberatkan pada penguatan cabang olahraga unggulan dan sport science. “Saya ingin melakukan soft landing tanpa tubulensi. Masih banyak figur muda yang layak. Saya tinggalkan cetak biru (blueprint) prestasi ini agar kepengurusan berikutnya memiliki fondasi yang kokoh untuk melompat ke tiga besar,” tegasnya.
Salah satu tonggak estafet sejarah yang ia tinggalkan adalah dominasi Kaltim di ajang PON Bela Diri.
Kaltim berhasil menembus posisi 5 Besar nasional, hanya terpaut dari provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa. Prestasi ini menjadi modal berharga bagi nahkoda baru untuk memetakan lumbung emas di masa depan.
Dengan sikap rendah hari namun penuh visi, Ruadi menutup refleksinya dengan harapan agar semangat “Satu Komando“ tetap terjaga. Transisi ke kepemimpinan yang damai adalah kado terbaiknya bagi insan olahraga Kaltim.
Editor: Aspian Nur