Kejuaraan berskala nasional ini akan dipusatkan di GOR Segiri Samarinda dan diperkirakan diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai daerah di Tanah Air.
Ketua Pengprov PJSI Kaltim, Muslimin, mengatakan penyelenggaraan event tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi tolok ukur pembinaan atlet judo di Kaltim.
“Kejuaraan ini kami jadikan sebagai motivasi bagi atlet-atlet judo Kaltim,” kata Muslimin pada Koran Kaltim belum lama ini.
“Setelah mengikuti satu kejuaraan, mereka tidak berhenti, tapi tetap berlatih dan bersiap menghadapi event yang levelnya lebih tinggi,” sebutnya lagi.
Ia menjelaskan, Piala Kapolri Judo akan diawali dengan pertandingan internal atlet Polri. Selanjutnya, ajang tersebut dilanjutkan dengan open tournament yang terbuka bagi seluruh atlet judo se-Indonesia.
“Rata-rata atlet Polri akan bertanding di internal Piala Kapolri. Setelah itu, dibuka open tournament Piala Kapolri untuk seluruh atlet judo nasional,” bebernya.
“Ini tentu menjadi kesempatan besar bagi atlet daerah untuk mengukur kemampuan,” jelasnya.
Melihat potensi sumber daya manusia (SDM) judo di Kaltim, Muslimin mengaku optimistis prestasi atlet Kaltim dapat terus meningkat.
Dia menegaskan, sikap optimis dan semangat juang harus terus ditanamkan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Sebagai ketua, saya selalu berusaha tampil maksimal. Terlepas dari kekurangan yang ada, kita harus tetap optimis. Dalam olahraga apa pun yang saya pegang, saya selalu berambisi menjadi yang terbaik dari semua peserta,” tegasnya.
Muslimin mengungkapkan, keyakinannya menjadikan Kota Samarinda sebagai tuan rumah Piala Kapolri Judo didasari pengalaman mengikuti kejuaraan serupa di Jakarta.
Saat itu, kontingen Polri Kaltim berhasil meraih peringkat kedua. “Dari situ saya berkaca, kalau pelaksanaannya seperti itu, saya yakin bisa melaksanakan Piala Kapolri di Samarinda,” tegasnya.
“Kita punya fasilitas yang luar biasa, bahkan lebih besar, dan SDM kita juga siap. Tinggal kesiapan teknis lainnya,” ungkapnya.
Terkait isu efisiensi anggaran, Muslimin memastikan hal tersebut tidak menjadi hambatan besar dalam menyukseskan kejuaraan.
Menurutnya, Pengprov Judo Kaltim telah menjalin kerja sama dengan Polda Kaltim serta memanfaatkan dukungan CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltim.
“Kami bekerja sama dengan Polda dan Kapolda Kaltim. Selain itu, banyak perusahaan di Kaltim yang bisa membantu melalui CSR. Jadi tidak perlu khawatir,” katanya.
Kepala Disporapar Samarinda itu juga menekankan pentingnya menjaga semangat para atlet dan pengurus agar tidak surut hanya karena persoalan biaya.
“Kita harus tetap semangat, optimis, dan maksimal. Jangan sampai adik-adik atlet melihat kita turun semangat karena anggaran, saat ini saja (BK Porprov) kalau bicara biaya tidak sedikit yang dikeluarkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin