Tim asal Kota Tepian tersebut sukses menyapu bersih gelar juara setelah tim putra dan putri sama-sama keluar sebagai pemenang pada partai final yang digelar di GOR Serbaguna Gelora Kadrie Oening, Kamis (18/12/2025) malam.
Pada partai final nomor putri, Samarinda tampil dominan sejak awal pertandingan. Permainan agresif dan solid yang telah ditunjukkan sejak fase penyisihan kembali diperagakan saat menghadapi Kutai Kartanegara (Kukar). Hasilnya, Samarinda menang telak dengan skor 8-0 sekaligus mengukuhkan dominasi di kategori putri.
Sementara itu, laga final nomor putra berlangsung lebih menegangkan. Samarinda sempat berada dalam tekanan setelah Bontang unggul dua gol lebih dahulu.
Namun, berkat disiplin permainan dan efektivitas serangan pada paruh akhir laga, Samarinda berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 5-2.
Persaingan ketat juga tersaji dalam laga perebutan tempat ketiga. Pada kategori putra, Kutai Barat (Kubar) harus bekerja keras sebelum akhirnya menundukkan Berau dengan skor tipis 4-3, yang baru bisa dipastikan pada menit-menit akhir pertandingan.
Sementara di sektor putri, Kutai Timur (Kutim) berhasil mengamankan posisi ketiga setelah menaklukkan Kutai Barat dengan skor 4-2.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kaltim, Adnan Faridhan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas suksesnya pelaksanaan BK Porprov futsal tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan Kaltim meraih medali emas pada PON 2024 lalu turut memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu barometer futsal nasional.
“Yang patut dibanggakan, seluruh pemain yang tampil di BK ini merupakan atlet lokal, tanpa satu pun pemain dari luar daerah. Ini menunjukkan potensi futsal Kaltim sangat besar,” ujar Adnan saat dikonfirmasiz Jumat (19/12/2025).
Apresiasi juga datang dari Wakil Sekretaris Umum II KONI Kaltim, Azhari Abubakar. Dia menilai pembinaan berjenjang yang dilakukan AFP Kaltim bersama asosiasi futsal kabupaten dan kota telah menunjukkan hasil yang sangat positif.
“Pada PON Aceh–Sumut lalu, futsal putra Kaltim awalnya tidak diperhitungkan. Namun mereka mampu membalikkan prediksi dan meraih medali emas. Itu pencapaian yang luar biasa,” kata Azhari.
Lebih lanjut, Azhari berharap ajang BK Porprov ini dapat menjadi sarana penjaringan atlet-atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan nasional.
“Bagi daerah yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Penilaian tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga kemampuan individu yang sudah dipantau oleh tim pelatih dan talent scouting,” jelasnya.
Ia pun berharap seluruh atlet yang tampil pada BK Porprov ini dapat kembali berlaga di Porprov Paser tahun depan, sebagai bagian dari proses pembentukan tim futsal Kaltim menuju Babak Kualifikasi PON dan PON mendatang.
Editor: Erwin