Hattrick Emas Bagong dari Ajang SEA Games Belum Surutkan Niat untuk Pensiun
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, BANGKOK – Medali emas belum mau menjauh dari sosok pegulat asal Kaltim Muhammad Aliansyah.
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, BANGKOK – Medali emas belum mau menjauh dari sosok pegulat asal Kaltim Muhammad Aliansyah.
Terbukti untuk kali ketiga berturut-turut, pria berusia 34 tahun itu kembali meraih medali emas di ajang multi event SEA Games, hattrick yang ditorehkan Bagong, sapaan akrabnya dari pesta olahraga multievent tingkat Asia Tenggara tersebut.
Bagong mempertahankan prestasi gemilang dengan merebut medali emas ketiganya dari kelas 67 kilogram gaya Greco Roman.
Perjalanan menuju podium tertinggi tidak dilalui dengan mudah karena pegulat asal Kota Samarinda itu harus melewati serangkaian pertandingan berat menghadapi atlet-atlet kuat dari Myanmar, Filipina dan Laos.
Ketangguhan fisik serta kematangan teknik menjadi kunci Aliansyah dalam menaklukkan satu per satu lawannya hingga mencapai partai puncak.
Pada final yang digelar Rabu (17/12/2025) kemarin, Aliansyah tampil impresif di atas matras Pacific Park Shopping Center Shiraca, Chonburi, Thailand. Ia berhasil mematahkan perlawanan pegulat Vietnam, Bui Manh Hung, sekaligus memastikan medali emas menjadi milik Indonesia.
Usai pertandingan, Aliansyah menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang terus mengalir, khususnya dari masyarakat Kaltim.
Melalui kolom komentar di akun Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), ia menyampaikan apresiasi singkat atas perhatian dan doa yang diberikan. “Alhamdulillah, terima kasih banyak atas dukungannya semua,” tulis Aliansyah.
Penampilan di SEA Games Thailand ini sempat memunculkan spekulasi mengenai akhir kariernya di ajang tersebut. Hal itu dipicu oleh gestur simbolis Aliansyah yang melepaskan sepatu gulatnya dan meletakkannya di tengah matras, sebuah tradisi dalam dunia gulat profesional yang kerap dimaknai sebagai tanda pensiun.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Aliansyah kemudian menjelaskan bahwa isyarat tersebut hanya menandai kemungkinan akhir perjalanannya di SEA Games, bukan pensiun total dari dunia gulat. Melalui balasan di akun Instagram @mentalragabesi, ia menegaskan masih membuka peluang tampil di kejuaraan lain. “Ini pensiun di SEA Games, PON dan Asian Games masih kayaknya,” tulisnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Aliansyah mengaku belum mengambil keputusan final terkait purna tugas. Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) serta rekan-rekan sesama atlet justru mendorongnya untuk kembali tampil setidaknya satu kali lagi pada SEA Games edisi berikutnya. “Belum pensiun saya. Ini disaranin jangan pensiun dulu sama pengurus pusat dan teman-teman atlet gulat Indonesia untuk satu kali lagi,” ujar Aliansyah menutup pernyataannya.
Dengan pencapaian tiga emas beruntun, Muhammad Aliansyah kini tak hanya menjadi simbol konsistensi prestasi, tetapi juga figur senior yang masih sangat diperhitungkan di panggung gulat Asia Tenggara.
Editor: Aspian Nur







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG