Hal itu diungkapkan Ketua Harian Kick Boxing Indonesia (KBI) Kaltim Ricky Azriel Refualu kepada Korankaltim.com Kamis (18/12/2025) hari ini setelah melihat langsung Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) VIII/2025 yang berakhir pekan lalu di Gedung Bahempas Kompleks Stadion Segiri Samarinda.
Pelaksanaan BK Porprov tersebut dinilai berjalan sukses dan memperlihatkan peningkatan signifikan dari sisi kualitas atlet, menjadi sinyal positif bagi perkembangan kick boxing yang tergolong sebagai cabang olahraga baru di Kaltim.
“Kualitas atlet yang tampil di BK Porprov sangat bagus. Banyak potensi-potensi yang menjanjikan,” ucap Ricky. “Untuk ukuran cabang olahraga baru, perkembangan kick boxing ini sangat pesat dan merata di hampir seluruh daerah,” imbuhnya.
Dalam BK tersebut, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tampil paling menonjol, mendominasi perolehan medali dengan mengamankan enam medali emas, sekaligus mengantarkannya keluar sebagai juara umum babak kualifikasi.
Ricky mengaku tidak menyangka dengan performa impresif PPU karena kabupaten tersebut memiliki deretan atlet berkualitas yang mampu bersaing di level provinsi. “PPU benar-benar luar biasa. Kalau boleh dibilang, mereka punya atlet-atlet terbaik saat ini,” ungkapnya.
Meski demikian daerah lain juga memiliki potensi besar. Cabang olahraga bela diri seperti kick boxing sulit diprediksi hasil akhirnya, karena sangat dipengaruhi oleh disiplin latihan, kerja keras, serta kekuatan mental para atlet.
“Nanti di Porprov akan sangat menarik. Kick boxing ini tidak bisa diukur hanya dari hasil sebelumnya. Siapa yang paling siap, rajin berlatih dan punya mental kuat, itu yang akan menuai hasil terbaik,” tegas Ricky.
Ricky yang juga pelatih kick boxing mengaku hasil BK Porprov diharapkan mampu menyuguhkan persaingan yang ketat dan berkualitas pada Porprov mendatang sekaligus menjadi momentum kebangkitan cabor bela diri tersebut di Kaltim.
Editor: Aspian Nur