Meski kerap dipandang tidak sebesar ajang nasional, BK Porprov justru menjadi pintu awal pembinaan dan seleksi atlet menuju kancah prestasi nasional.
Hal tersebut disampaikan kepada 131 atlet wushu dari 10 kabupaten/kota yang ambil bagian dalam BK Porprov Wushu, Jumat (12/12/2025) kemarin di GOR Latihan Gelora Kadrie Oening, Samarinda.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (Pengprov WI) Kaltim Abdul Rasid menegaskan, ajang ini bukan sekadar kompetisi daerah, melainkan momentum strategis bagi atlet untuk membuktikan kemampuan terbaiknya. “BK ini menjadi kesempatan awal bagi atlet menunjukkan kualitas. Yang terbaik akan melangkah ke Porprov dan jika mampu kembali berprestasi mereka berpeluang mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional,” ujar Rasid.
Sementara Wakil Sekretaris Umum III KONI Kaltim Yustina mengingatkan kalau wushu pernah mencatatkan prestasi gemilang dengan menyumbangkan medali emas pada PON 2008.
Catatan sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi generasi atlet saat ini. “Saya bangga melihat para atlet yang tampil hari ini, usianya masih sangat muda. Mudah-mudahan dari merekalah kejayaan wushu Kaltim bisa kembali terwujud,” ucap Yustina memberi semangat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Plt Kadispora) Kaltim Muhammad Faisal menambahkan, pembinaan atlet wushu perlu lebih diintensifkan, melihat dari hasil Popnas Jakarta beberapa waktu lalu, dimana wushu Kaltim belum mampu menyumbangkan medali.
“Ini menjadi bahan evaluasi bersama tapi masih ada waktu untuk mempersiapkan atlet agar ke depan tampil lebih maksimal,” sebut Faisal.
Faisal juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan pada tahun mendatang dan dipastikan berdampak pada pelaksanaan kegiatan olahraga. Kondisi tersebut menuntut proses seleksi atlet menuju kejuaraan nasional dilakukan secara lebih ketat.
“Dengan keterbatasan anggaran, hanya atlet yang benar-benar terbaik yang akan dikirim mewakili Kaltim ke ajang nasional,” tutup Faisal.
Editor: Aspian Nur