Dengan turunnya beberapa pegulat baru yang memperkuat tim Kaltim, Buyamin tidak berani memasang target juara umum pada kejurnas mendatang. Apalagi, kejurnas tahun ini juga akan diikuti pegulat dari sejumlah negara lain, seperti Vietnam, Thailand, dan beberapa negara Asia. Kejurnas digarap oleh PB PGSI sebagai ajang evaluasi untuk timnas Asian Games 2018.
Buyamin menyebutkan beberapa atlet muda dan wajah baru yang akan tampil di kelas senior, yakni Anissa (bebas putri), Anggi Anggara, Anggi Anugrah, dan Sudirman (ketiganya kelas bebas putra). Ada pula beberapa pegulat wajah lama yang meraih medali emas PON 2016, seperti Eko Rony dan Dewi Ulfah. “Sasaran kami hanya ingin menambah jam terbang untuk atlet muda, sekaligus bahan evaluasi. Atlet muda semua main di gaya bebas, sedangkan yang gaya grego itu semua atlet senior,” tambah Buyamin.
Secara keseluruhan, PGSI Kaltim menyiapkan sebanyak 26 pegulat untuk kejurnas, dengan komposisi pegulat senior dan junior.
Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya saat melepas keberangkatan para pegulat akhir pekan lalu mengingatkan untuk belajar dari kegagalan di PON 2016, yang saat itu Kaltim yang menargetkan 16 medali emas tetapi hanya mampu membawa pulang 6 emas, 3 perak, dan 8 perunggu.
Zuhdi berharap kegagalan itu bisa menjadi titik balik pembuktian para pegulat Kaltim di kejurnas nanti, mengingat Kaltim pernah disegani di tingkat nasional. “Ini titik awal untuk memulai, setelah PON 2016 kemarin kan tidak ada kejurnas lagi. Insya Allah bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Harapan kita, pegulat Kaltim bisa sukses lagi,” ucap Zuhdi.
Sekretaris Umum PGSI Kaltim Sumarlani menambahkan, kejuaraan ini merupakan kejurnas pertama setelah PON 2016 dan sekaligus uji coba dan seleksi atlet menuju Asian Games 2018. “Kejurnas ini `test event` Asian Games. Kita berangkat besok (21/10) pesawat jam 13.10 Wita. Kita berangkatkan 26 atlet, masing-masing sembilan putra gaya Grigo, sembilan putra gaya bebas, dan delapan putra,” kata Sumarlani. (ant)