Ajang yang digelar tiga hari sejak Senin (8/12/2025) lalu sampai Rabu (10/12/2025) kemarin juga memastikan tim Kecamatan Samboja Barat sebagai juara ketiga usai menang lewat drama adu penalty 10-9 dari Setda Kukar setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Setda Kukar sendiri berstatus juara bertahan ajang ini tahun lalu.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni menyebut kegiatan ini bukan sekadar pertandingan, tetapi diarahkan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten dan sudah berlangsung tiga tahun sehingga bisa jadi momentum penting bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kukar untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga.
Menurutnya, banyak ASN yang merasa peluang berprestasi di dunia olahraga terhenti setelah memasuki birokrasi. Melalui turnamen ini, mereka kembali diberi ruang untuk mengembangkan bakat khususnya di cabang sepak bola.
“Padahal mereka masih memiliki peluang untuk terus menunjukkan kemampuan dan prestasi,” kata Aji Ali kepada Korankaltim.com usai pertandingan final malam tadi.
Turnamen ini juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan antar-ASN dan PPPK. Suasana kompetisi di lapangan dinilai mampu mencairkan sekat-sekat antar-OPD, membuat komunikasi lebih akrab dan tidak hanya sebatas urusan administrasi. “Kegiatan ini mempererat tali persaudaraan di antara ASN Kutai Kartanegara,” tambah Aji Ali.
Dispora berkolaborasi dengan Askab PSSI Kukar agar lebih mudah mengidentifikasi talenta-talenta terbaik yang berpotensi memperkuat tim Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kukar agar solid tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional. “Setelah Porprov Korpri, target berikutnya adalah Pornas Korpri 2027 di Lampung,” jelas Aji Ali.
Sementara Ketua Askab PSSI Kukar Thauhid Afrilian Noor menyambut positif penyelenggaraan Bupati Cup Mini Soccer ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaborasi dengan Dispora untuk membangun semangat olahraga di lingkungan OPD.
Walaupun tidak masuk dalam agenda besar seperti Porprov, turnamen ini dinilai efektif membangkitkan antusiasme sepak bola, baik futsal, mini soccer maupun sepak bola pantai.
“Yang terpenting adalah semangatnya membangun gairah olahraga dan kepedulian ASN terhadap dunia sepak bola,” ucap Toi, sapaan akrab Thauhid.
Toi berharap OPD dapat lebih aktif lagi, termasuk dengan membina klub-klub sepak bola dibawah naungan Askab. “Jika OPD memiliki klub binaan, tentu itu akan membantu memperkuat tim Askab di berbagai ajang,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kukar ini.
Dengan dukungan yang terus mengalir, Bupati Cup Mini Soccer diharapkan dapat menjadi agenda tahunan prestisius, sekaligus melahirkan pemain-pemain berbakat yang membawa nama Kabupaten Kutai Kartanegara ke tingkat lebih tinggi. “Insya Allah tahun depan diselenggarakan lagi,” tutup Toi.
Hasil Turnamen Mini Soccer antar-OPD se-Kukar:
Juara I : Polres Kukar
Juara II : RSUD Dayaku Raja Kota Bangun
Juara III : Kecamatan Samboja Barat
Juara IV : Setda Kukar
Kiper Terbaik : Slamet Waluyo (Polres Kukar)
Top Skor : Mulyawan B (Kecamatan Samboja Barat)
Pemain Terbaik : Irwan Juliansyah (Polres Kukar)
Editor: Aspian Nur