Meski belum mampu meraih keping paling berharga yaitu medali emas, namun saat mengikuti 15 kelas tanding, pegulat Kubar berhasil membawa pulang 11 medali, terdiri dari 1 perak dan 10 perunggu.
Ketua Umum Pengurus Kabupaten Persatuan Glat Seluruh Indonesia (Pengkab PGSI) Kubar Fahrujiansyah Bahcsan menjelaskan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Meski persiapan dilakukan dengan dukungan anggaran terbatas, para atlet tetap berlatih rutin sehingga mampu tampil maksimal di BK.
“Alhamdulillah kami berhasil membawa pulang 11 medali, pencapaian ini sangat membanggakan karena semangat pejuang atlet gulat Kubar membawa harum nama daerah,” kata Fahrujiansyah kepada Korankaltim.com Rabu (10/12/2025).
Hasil ini bahkan melampaui ekspektasi awal. Dengan anggaran sekitar Rp30 Juta, PGSI Kubar fokus menjaga konsistensi latihan dan menyiapkan atlet sejak jauh hari. Dari 15 kelas yang diturunkan, seluruhnya dinyatakan lolos menuju Porprov VIII Kaltim di Paser pada 2026 mendatang.
“Ini buah dari latihan yang berjalan terus-menerus. Kami akan lanjutkan persiapan agar di Paser nanti hasilnya bisa lebih baik,” tegas Fahruji.
Terpisah, Sekretaris Umum PGSI Kaltim Abdul Aziz menjelaskan BK gulat tahun ini diikuti 205 atlet dari sembilan kabupaten/kota, bertanding pada 36 kelas tanding yang terbagi dalam tiga kategori yaitu gaya bebas putra, gaya greco putra dan greco putri. BK ini menjadi tahap awal untuk menentukan atlet yang akan tampil di gelanggang utama Porprov Kaltim 2026.
“Setelah BK ini, proses seleksi masih berlanjut hingga pembentukan tim. Nanti masih ada seleksi lagi untuk menentukan tim inti yang tampil di Porprov di Paser,” jelas Aziz.
Editor: Aspian Nur