Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut selaras dengan arah pembinaan prestasi yang lebih modern dan kompetitif dan hal itu merupakan hasil kesepakatan antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan atlet yang benar-benar siap bersaing di level internasional.
“Kami mendukung keputusan tersebut. KONI Kaltim siap mengikuti kebijakan ini dan menjalankan program pembinaan sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Rusdi.
Di kesempatan lain, Menpora Erick Thohir kembali menegaskan perlunya keselarasan antara pemerintah dan KONI dalam membangun sistem olahraga nasional yang kuat, efektif, dan berjenjang.
Erick menekankan, program pemerintah dan KONI tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dirancang secara kolaboratif demi menciptakan ekosistem olahraga yang berfungsi dari tingkat daerah hingga nasional.
“KONI dan pemerintah harus bersatu. Kita harus punya program bersama. Ini penting untuk membangun fondasi olahraga yang berjenjang,” tegas Erick.
Ia menambahkan, penyelarasan tersebut menjadi dasar untuk mempersiapkan atlet nasional sejak PON hingga menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Selain menyoroti penyelenggaraan PON, Erick juga meminta KONI Pusat memberikan perhatian terhadap persiapan kontingen Indonesia untuk SEA Games 2025 di Thailand. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar road map pembinaan prestasi nasional dapat disusun lebih terarah.
“Kami berharap tim KONI mulai melakukan evaluasi dan peninjauan atas persiapan kontingen. Ini bagian dari penyusunan road map besar olahraga Indonesia,” ujarnya.
Erick juga mengapresiasi langkah transformasi yang sedang dijalankan KONI Pusat, terutama terkait efisiensi anggaran dan pembenahan tata kelola. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan reformasi internal yang sedang dijalankan Kemenpora.
Kebijakan memusatkan PON 2028 pada cabang olahraga Olimpiade diyakini akan mendorong peningkatan kualitas atlet Indonesia. Dengan fokus yang lebih terarah, program pembinaan di daerah dapat berjalan lebih efektif dan menyesuaikan standar kompetisi internasional.
KONI dan pemerintah berharap langkah ini menjadi titik awal penguatan prestasi nasional, sekaligus mempersiapkan atlet-atlet muda Indonesia agar mampu bersaing di panggung olahraga dunia.
Editor: Erwin