Ajang yang berlangsung sejak 30 November hingga 4 Desember 2025 ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
Ketua Harian FAJI Kaltim, Henry Smith, menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini berperan sebagai seleksi utama menuju Porprov. Sebanyak 172 tim ambil bagian dalam nomor pertandingan kelas R4 dan R6, baik putra maupun putri.
Setiap daerah mengirimkan kuota penuh berisi 12 atlet putra dan 12 atlet putri guna mengoptimalkan peluang meloloskan atlet mereka ke Porprov mendatang.
“Tajuknya memang kejuaraan senior se-Kalimantan Timur, tetapi sekaligus babak kualifikasi untuk Porprov 2026. Karena pesertanya lengkap dari 10 kabupaten/kota, maka ini menjadi seleksi resmi. Nantinya hanya tujuh besar yang berhak mendaftar ke Porprov,” ujar Henry, Senin (1/12/2025)
Lanjutnya, persaingan berlangsung ketat sejak hari pertama. Pertandingan nomor sprint telah menghasilkan tim-tim yang lebih dulu memastikan diri melaju. Hari berikutnya, atlet turun di nomor head to head untuk menentukan peringkat enam besar.
“Head to head ini dicari sampai peringkat enam, mereka itulah yang nanti berhak mendaftar ke Porprov. Total ada 16 nomor tanding yang akan dipertandingkan tahun depan,” katanya.
Dalam penyelenggaraan, FAJI Kaltim menyiapkan seluruh sarana lomba serta dukungan teknis seperti SAR dan medis. Akomodasi dan kebutuhan kontingen menjadi tanggung jawab masing-masing daerah.
“Kami hanya menyediakan lokasi dan fasilitas, selebihnya ditangani kontingen masing-masing,” lanjutnya.
Sementara itu, semangat tinggi terlihat dari tiap peserta yang berjuang mengamankan tiket Porprov. Salah satunya adalah atlet Kutai Timur, Azmi Syafani Isan, yang turun pada kategori R4 dan R6.
“Kami mengikuti semua nomor: head to head, sprint, slalom dan DRR. Targetnya juara, tapi yang paling penting bisa lolos ke Porprov,” terangnya.
Azmi menuturkan timnya telah lolos pada nomor sprint sehari sebelumnya. “Hari ini kami ikut head to head. Harapannya bisa lolos lagi, bahkan kalau bisa semua nomor,” bebernya.
Ditambahkannya, dengan empat hari pelaksanaan dan satu hari penyesuaian akibat cuaca, kejuaraan ini menjadi salah satu yang paling ketat. Selain mengejar prestasi, ajang ini juga menjadi tolok ukur kekuatan Arung Jeram Kaltim jelang Porprov 2026.
“Semoga kejuaraan ini menjadi awal prestasi lebih besar bagi Kaltim,” tutupnya.
Editor: Erwin