Selain atlet, Kaltim juga mengirimkan tim pendukung yang terdiri dari delapan pelatih dan satu official technical (offtek).
Kabar membanggakan ini dibenarkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras. Ia menjelaskan bahwa 24 atlet tersebut berasal dari 10 cabang olahraga berbeda, mencerminkan keragaman potensi olahraga di Benua Etam.
Dari 10 cabor penyumbang atlet, lima di antaranya merupakan cabang bela diri yakni gulat, judo, muaythai, karate dan pencak silat.
Dominasi ini sejalan dengan hasil PON 2024 Aceh–Sumatera Utara, di mana sektor bela diri menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Kaltim.
“Dari 10 cabor ini, terdapat lima cabor bela diri yang memang menjadi tumpuan Kaltim pada PON 2024 lalu. Sekitar 65 persen dari total medali yang kita raih pada PON berasal dari cabor-cabor bela diri ini,” ujar Rusdiansyah, Kamis (27/11/2025).
KONI Kaltim berharap para atlet dan pelatih yang berangkat dapat memberikan performa terbaik dan turut menyumbangkan medali emas demi mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara, sekaligus membuktikan kualitas pembinaan olahraga di Benua Etam.
Rincian kontribusi Cabor Kaltim, yakni hokky tujuh orang, gulat lima orang, muaythai dua orang, judo dua orang, pencak silat dua orang, dan woodball dua orang. Sementara cabor kriket, karate, layar, dan quash masing-masing mengirimkan satu atlet.
Editor: Erwin