Dari lima nomor yang dipertandingkan, kontingen Samarinda tampil perkasa dengan menyabet tiga peringkat pertama sekaligus, sehingga memastikan diri sebagai juara umum BK tahun ini.
Selain sebagai ajang perebutan tiket menuju Porprov, BK ini juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 4–10 Desember mendatang.
Namun, Ketua Bidang Pelatihan dan Pembinaan Pesti Kaltim, Noor Asnan, menegaskan bahwa hasil BK bukan satu-satunya acuan dalam menentukan nama atlet yang akan diberangkatkan.
“Penilaiannya sekitar 60 persen dari BK. Untuk kategori junior, dasar utama kami adalah hasil Kejurprov di Kutai Barat,” kata Asnan saat dikonfirmasi pada Minggu (23/11/2025).
“Sementara untuk atlet senior, kami masih akan melakukan rapat khusus untuk memutuskan siapa saja yang mewakili Kaltim di Kejurnas,” tambahnya.
Penjelasan tersebut dipertegas Wakil Ketua I Pesti Kaltim, Zulkarnain, yang menyatakan pihaknya memang masih menimbang komposisi atlet terbaik.
Dirinya menerangkan mekanisme pada BK, khususnya untuk nomor beregu putra dan putri yang bersifat mandatori, membuat atlet-atlet unggulan otomatis lolos ke putaran final Porprov tanpa harus turun di nomor tunggal.
“Juara di beregu putra maupun putri di BK tidak lagi tampil di nomor tunggal. Ini terutama berlaku bagi atlet-atlet andalan kita,” ujar Zulkarnain.
Kebijakan tersebut dinilai wajar mengingat Kaltim menargetkan bisa menurunkan formasi terkuat pada Kejurnas Bali mendatang.
Beberapa atlet top, termasuk mereka yang pernah memperkuat tim di PON 2024, memang hanya mengikuti nomor wajib di BK kali ini.
Langkah tersebut merupakan strategi agar mereka tetap berada dalam kondisi prima sebelum tampil di level nasional.
Editor: Erwin