Meski begitu, Nur Raditya, atlet atletik, tetap mampu mempersembahkan tiga medali emas untuk Kukar dari ajang tersebut.
Hendra, orangtua Raditya mengaku dirinya banyak mengeluarkan dana pribadi untuk mendukung putra nya mengikuti Popda kali ini. “Alhamdulillah mampu meraih tiga medali emas, kategori jalan cepat, lari 1500 estafet 4x400 meskipun minim pembiayaan dari pemkab,” kata Hendra kepada Korankaltim.com, Jumat (21/11/2025).
Kontingen Kukar pada Popda kali ini merasakan perbedaan dari sebelum-sebelumnya. Bahkan untuk pakaian kontingen Kukar hanya berupa topi dan jersey saja, sementara kontingen kabupaten kota lainnya lengkap dari bawah hingga atas termasuk. jaket.
“Kami tidak mempersoalkan yang pasti kami tetap berjuang dan berbuat yang terbaik, kami harap pemerintah melalui dinas terkait bisa memberikan dukungannya ke depannya ," harap Hendra.
Dengan keterbatasan pembiayaan yang ada, tentunya prestasi ini patut diapresiasi tinggi dan membanggakan. Ketua KONI Kukar Chairil Anwar menyatakan pihaknya memang tidak bisa berbuat banyak karena kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan, namun yang pasti pihaknya bersama Dispora telah melakukan semaksimal mungkin agar dengan keterbatasan yang ada tak menjadi halangan bagi atlet Kukar untuk tetap berprestasi.
“Kami apresiasi para perjuangan atlet pelajar Kukar pada Popda tahun ini, ini bukti dengan keterbatasan pun kita bisa berbuat yang terbaik, yang pasti kami KONI dan Dispora terus berupaya agar para pejuang olahraga Kukar bisa mendapatkan penghargaan yang layak atas perjuangannya,” ujar Chairil.
Editor: Aspian Nur