Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Soft Tenis Indonesia Kalimantan Timur (Pengprov Pesti Kaltim) Fransisca Christine Sinulingga menjelaskan, BK Porprov tahun ini menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet soft tenis di daerah.
“Ada 92 atlet yang turun berlaga, angka ini meningkat, karena beberapa hari sebelumnya yang hanya 70 atlet yang mendaftar,” jelas Sisca kepada Korankaltim.com disela acara pembukaan.
Delapan daerah yang bertanding yaitu Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Berau, Bontang dan Paser. “Paser otomatis lolos sebagai tuan rumah Porprov, tapi dia disini ikut seleksi saja,” jelasnya lagi.
Selain menjadi penentu kelolosan menuju Porprov 2026, BK Porprov ini sekaligus jadi ajang seleksi atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tenis di Makassar pada 4–9 Desember 2025. “Dari BK ini akan disaring atlet-atlet terbaik untuk dikirim ke kejurnas,” sebut Sisca lagi.
Terkait regulasi peserta, Sisca menegaskan batasan usia maksimal atlet adalah 30 tahun dan dirinya berharap cabang olahraga soft tenis bisa semakin berkembang dan berpeluang tampil di level lebih tinggi. “Mudah-mudahan soft tenis ini bisa masuk di PON 2028 di Nusa Tenggara. Saat ini sedang diperjuangkan, tapi kami optimis bisa masuk,” ujarnya.
Pada gelaran BK Porprov tahun ini, atlet berpengalaman juga turut ambil bagian diantaranya Fadil, atlet eks PON/2024 yang dinyatakan memenuhi syarat untuk kembali turun bertanding.
Terkait persiapan venue atau tempat pertandingan sof tenis Porprov, Christine memastikan Paser selaku tuan rumah sudah bergerak cepat menyiapkan fasilitas pertandingan. “Venue-nya di Paser dan persiapan mereka sangat luar biasa,” kata Sisca lagi. Pesti Kaltim sendiri belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi. “Setelah BK ini kami akan ke sana,” tambahnya.
Editor: Aspian Nur