Ratusan atlet yang ambil bagian tersebut berasal Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Kutai Timur (Kutim), dan Penajam Paser Utara (PPU) serta tuan rumah Samarinda.
Pada pembukaan yang digelar di Lapangan Basket Komplek Stadion Kadrie Oening Sempaja, Samarinda sore kemarin, Ketua Panitia Pelaksana Hasbar Mara menyampaikan kalau Kejurprov dan BK Porprov kali ini menjadi momentum penting untuk memantapkan kesiapan Kaltim dalam menghadapi Porprov VIII/2026 mendatang.
“Untuk BK Porporv diikuti tujuh kabupaten/kota. Total 130 atlet junior akan bertanding dalam tujuh nomor pertandingan, baik kejurprov maupun babak kualifikasi,” jelas Asbar.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari KONI Kaltim melalui anggaran APBD Kaltim tahun 2025. “Semoga seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar sesuai jadwal, dan cuaca mendukung hingga kegiatan ini selesai,” harap Asbar.
Ketua Pengprov Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kaltim, Andi Faizal Sofyan Hasdam hadir pada acara pembukaan dan menegaskan kalau Kejurprov dan BK Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga tolok ukur pembinaan dan pemerataan prestasi di seluruh daerah Kaltim.
“Kegiatan ini bagian dari rencana kerja IPF Kaltim yang melibatkan seluruh daerah. Ajang ini menjadi indikator perkembangan prestasi dan kompetensi atlet muda kita di daerah,” ujar Andi Faiz.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bontang itu memberikan motivasi kepada para atlet junior yang hadir, sambil berinteraksi santai dengan peserta dari berbagai daerah. Dirinya juga menyoroti penampilan impresif atlet muda dari PPU yang mampu bersaing dengan seniornya.
“PPU ini luar biasa, anak-anak mudanya sudah bisa ngalahin saya. Ini menjadi pemicu bagi daerah lain untuk terus meningkatkan pembinaan agar prestasi atlet pickleball di Kaltim semakin merata,” ucapnya.
Babak Kualifikasi Porprov merupakan tahapan penting menuju PON (Pekan Olahraga Nasional), di mana hasil dari Kejurprov dan BK Porprov akan menjadi acuan seleksi atlet yang akan mewakili Kaltim di level nasional.
“BK Porprov dan Porprov ini adalah batu loncatan untuk menuju PON. Siapa yang terbaik di ajang ini, nanti akan disesuaikan dengan kelompok umur dan berpotensi mewakili Kaltim di PON,” tegas Andi Faiz.
Pickleball sendiri kini telah masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan di PON dan berpeluang besar menjadi cabang olimpiade di masa mendatang.
“Pickleball ini termasuk cabor yang terus berkembang. Malaysia dan Singapura sudah lebih maju jadi kita harus mengejar ketertinggalan itu,” ungkapnya.
“Melalui Kejurprov dan BK Porprov ini, kita berharap lahir atlet-atlet junior yang bisa diandalkan Kaltim di tingkat nasional, bahkan internasional. Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur