Kegiatan tersebut menandai langkah awal pembinaan atlet-atlet daerah menuju prestasi lebih tinggi, terutama pada cabang olahraga (cabor) yang masuk kategori Olympic.
Dalam sambutannya, Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian penting dari pembinaan jangka panjang yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
“Cabor bola tangan ini termasuk dalam cabang Olympic, sehingga pola pikir pembinaannya harus sejalan dengan visi nasional untuk membina olahraga-olahraga Olympic,” ujar Rusdiansyah.
Ia menjelaskan, Kemenpora saat ini telah menetapkan 17 cabang olahraga unggulan nasional, dan salah satunya adalah bola tangan.
Oleh karena itu, KONI Kaltim menaruh harapan besar agar pembinaan atlet di cabang ini semakin serius dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.
Dirinya juga menyinggung adanya regulasi baru dari KONI Kaltim yang mulai menyesuaikan batasan usia atlet. Ke depan, hanya atlet berusia di bawah 30 tahun yang dapat tampil di Porprov.
Namun, untuk cabang bola tangan, pembinaan bahkan diarahkan kepada kelompok usia di bawah 17 tahun (U-17).
“Golden age sekarang itu bukan lagi usia 30 tahun, tetapi 17 tahun ke bawah. Bahkan ada atlet renang usia 10 tahun yang sudah juara dunia. Karena itu, pembinaan harus dimulai sejak dini,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan target tinggi kepada para atlet bola tangan agar mampu mengembalikan kejayaan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang yang akan digelar di NTB dan NTT.
“Dua PON terakhir kita belum berhasil meraih medali emas. Harapan kami, di PON berikutnya emas harus bisa kita rebut kembali, baik dari tim putra maupun putri,” ucapnya penuh semangat.
Rusdiansyah turut mengapresiasi Dispora Kaltim, khususnya kepada Rasman Rading, yang selalu mendukung pembinaan olahraga di daerah.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran olahraga yang transparan, akuntabel, dan profesional agar setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan prestasi atlet.
“Kami di KONI Kaltim akan menyalurkan anggaran dengan benar dan tepat sasaran kepada seluruh cabang olahraga. Sebagai timbal balik, kami berharap laporan dari masing-masing cabor juga disampaikan tepat waktu dan akuntabel,” tutupnya.
Editor: Erwin