Di tengah paceklik medali emas dari sejumlah cabor andalan, tim gulat yang dibina Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim mampu mempersembahkan dua medali emas dan tiga perunggu.
Raihan ini menjadi momentum penting bagi kontingen Kaltim yang sebelumnya belum mampu menembus papan atas klasemen karena sampai Rabu (5/11/2025) kemarin posisi Kaltim masih tertahan di peringkat ke-12 dalam klasemen umum sementara.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras bersama Tim Talent Scouting KONI Kaltim yang dipimpin Ego Arifin menggelar diskusi internal untuk mengevaluasi hasil sementara.
Ego menyebutkan, hasil Popnas 2025 bisa dijadikan tolok ukur awal pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. “Kami masih punya waktu untuk membenahi dan memperkuat sistem pembinaan. Tapi tentu harus ada diskusi yang lebih intens antara KONI dan Dispora Kaltim,” ujar Ego Arifin saat dikonfirmasi Kamis (6/11/2025).
Ego menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Kaltim dalam menyiapkan generasi atlet berprestasi.
Secara regulasi, terdapat pembagian tanggung jawab yang perlu disinergikan. Atlet pelajar dan mahasiswa berada dibawah pembinaan pemerintah melalui Dispora, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.
Atlet prestasi menjadi tanggung jawab KONI, sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. “Sinergi dua lembaga ini tidak boleh terputus. Dari jenjang pelajar hingga ke tingkat elit, pembinaan harus berkesinambungan agar potensi atlet tidak terbuang,” tambah Ego.
Meski belum mampu menembus sepuluh besar, kontingen Kaltim masih menyimpan asa. Sejumlah pertandingan masih menyisakan peluang untuk menambah perolehan medali di hari-hari berikutnya.
“Kami optimistis masih ada kejutan positif dari cabor lain. Semangat anak-anak tidak surut, mereka terus berjuang membawa nama Kaltim,” ujar Ego.
Dengan pencapaian gulat yang menjadi titik terang, KONI Kaltim berharap momentum ini dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat fondasi olahraga pelajar. “Sekaligus membangun regenerasi atlet menuju PON 2028 mendatang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur