Ketua Umum Percasi Kaltim Akhmed Reza Fachlevi menjelaskan, TC ini menjadi bagian penting dari tahap akhir pembinaan sebelum keberangkatan kontingen ke ajang nasional tersebut dimana ada 36 pecatur putra dan putri yang akan bertanding di kategori catur klasik, nomor unggulan dalam Kejurnas.
“Kami berharap para atlet Kaltim dapat memberikan warna tersendiri di Kejurnas nanti dan mampu mengharumkan nama daerah. Target utama kami adalah masuk tiga besar nasional,” kata Reza kepada Korankaltim.com.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Percasi Kaltim diperkuat oleh sejumlah atlet berpengalaman yang telah berulang kali mengharumkan nama daerah di berbagai turnamen, seperti Sultan dan Aswin di sektor putra serta Epi dan Cerisa di sektor putri. Performa mereka selama masa pembinaan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Kami percaya diri karena proses pembinaan yang kami lakukan berjalan sistematis, dimulai dari penjaringan bibit muda hingga peningkatan kemampuan atlet, pelatih, dan wasit. Ini semua hasil kerja kolektif seluruh pengurus dan dukungan berbagai pihak,” jelas Reza lagi.
Sekretaris Umum Percasi Kaltim Abdul Hasan menambahkan, prestasi Kaltim di Kejurnas tidak hanya ditopang oleh keikutsertaan atlet, tetapi juga oleh kontribusi sumber daya manusia di bidang perwasitan. Tahun ini, dua wasit nasional asal Kaltim turut dipercaya bertugas sebagai juri resmi dalam ajang Kejurnas. “Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Percasi Kaltim. Artinya, bukan hanya atlet, tetapi kualitas SDM kita juga diakui di level nasional,” kata Hasan.
Dengan komposisi atlet berpengalaman dan dukungan dari berbagai pihak, Percasi Kaltim menatap Kejurnas Catur 2025 dengan penuh keyakinan. Harapannya, capaian tiga besar bukan hanya menjadi target, tetapi juga prestasi nyata yang dapat mengangkat kembali kejayaan catur Kaltim di tingkat nasional.
Editor: Aspian Nur