Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Hoki Indonesia (Kabid Binpres FHI) Kaltim Sri Norma Yunita, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya agenda tersebut dan enjelaskan, BK Porprov kali ini diikuti tujuh kabupaten/kota tanpa keikutsertaan tuan rumah yaitu Paser.
“Alhamdulillah hari ini kami gelar BK Porprov cabang hoki outdoor, diikuti tujuh daerah karena tuan rumah tidak ikut,” ujar Eno, sapaan akrab Sri Norma Yunita kepada Korankaltim.com disela pembukaan pagi tadi.
Mekanisme kelolosan ditetapkan dengan format 5+1, yakni lima tim terbaik dari BK dan satu tambahan otomatis untuk tuan rumah Porprov. “Jadi nanti yang berhak tampil di Porprov adalah lima kabupaten/kota hasil kualifikasi ditambah satu tuan rumah,” sebutnya.
Pada kategori peserta dari tujuh daerah peserta, tidak semua menurunkan tim lengkap. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hanya mengirimkan tim putra, sementara Kabupaten Berau hanya menurunkan tim putri. Dengan demikian, jumlah peserta untuk kategori putra sebanyak enam tim, dan putri diikuti oleh lima tim.
Selain menyoroti semangat para peserta, FHI Kaltim juga mulai menerapkan batasan usia maksimal 30 tahun untuk peserta BK ini.
Langkah ini diambil untuk menyiapkan regenerasi atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya. “Kami tetapkan batas usia 30 tahun karena ini bagian dari pembinaan jangka panjang. Kami ingin mempersiapkan generasi muda sejak sekarang, mengingat di PON Nusa Tenggara nanti juga akan ada pembatasan usia,” papar Eno.
Dengan pelaksanaan BK ini, Eno berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menjunjung tinggi sportivitas. Dirinya juga optimistis cabang hoki akan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet potensial yang bisa bersaing di level nasional.
Editor: Aspian Nur