Hasil ini dinilai cukup memuaskan, mengingat skuat Kaltim kali ini merupakan kombinasi antara pemain senior dan junior.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa performa kriket Kaltim masih stabil, setelah sebelumnya berhasil meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.
Apalagi, turnamen di Bali itu diikuti oleh tim-tim berkualitas tinggi, termasuk pemain yang tergabung dalam Tim Nasional (Timnas), klub-klub terbaik asal Bali, hingga satu tim dari Australia.
Dengan persaingan seketat itu, capaian Kaltim membuktikan bahwa mereka masih mampu bersaing dan memiliki komposisi tim yang kompetitif di level nasional.
Pelatih kriket Kaltim, Haris, mengakui bahwa hasil yang diraih anak asuhnya sudah sangat baik, terlebih dengan kondisi persiapan yang minim.
Bahkan, para pemain tidak sempat menjalani latihan bersama sebelum keberangkatan ke Bali. “Sebelum bertanding, anak-anak hanya berlatih mandiri di daerahnya masing-masing. Kita tidak sempat latihan bersama meski sempat direncanakan dua hari di Samarinda,” kata Haris saat dihubungi Korankaltim.com, Minggu (2/11/2025).
Lanjutnya, ia menilai hasil tersebut sudah cukup menggembirakan, meskipun secara pribadi belum sepenuhnya puas, baik dari segi materi pemain maupun strategi yang diterapkan di lapangan.
Sementara itu, menanggapi keberhasilan timnya meraih juara di nomor Super Over (S-Over), Haris menilai kemenangan itu tidak bisa dijadikan ukuran utama.
Ia menjelaskan format S-Over lebih banyak dipengaruhi faktor keberuntungan. “S-Over ini seperti permainan singkat saja. Formatnya mirip dengan T-10, tapi hanya dimainkan satu over saja. Jadi faktor lucky-nya besar. Tapi alhamdulillah, kita bisa juara di situ,” lanjutnya.
Dari sisi evaluasi pemain, Haris mengungkapkan adanya perkembangan positif dari atlet-atlet junior, baik dari segi teknik maupun mental bertanding. Kendati demikian, ia juga memberi catatan bagi sebagian pemain senior yang dianggap mengalami sedikit penurunan performa.
“Tidak semua, karena justru salah satu atlet senior kita, Totok Fitriyadi, tampil luar biasa. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen,” sebutnya.
“Bahkan mendapat tiga kali penghargaan sebagai pemain terbaik pertandingan (player of the game), serta gelar best batter atau pemukul terbaik,” jelas Haris.
Secara keseluruhan, hasil di Jimbaran Series T-10 menjadi modal penting bagi kriket Kaltim untuk menjaga eksistensi dan performa, sekaligus memperkuat regenerasi atlet menjelang agenda kompetisi selanjutnya.
Editor: Erwin