Kaltim sendiri mengirimkan 10 atlet untuk bertanding di 10 nomor, sesuai batasan yang telah ditetapkan panitia. Menurut Ego, pembatasan usia peserta juga menjadi salah satu ketentuan yang harus dipatuhi dalam kejuaraan kali ini.
“Usia atlet dibatasi antara 17 sampai 25 tahun. Jadi, kami memilih atlet yang berada di rentang usia tersebut, dengan pertimbangan mereka adalah generasi yang sedang disiapkan menuju level kedewasaan,” ungkapnya, Selasa (28/10/2025).
Dari 10 atlet yang dikirim, sebagian besar berusia 17-18 tahun, sedangkan atlet tertua berusia 21 tahun, yaitu Fitri, yang juga berhasil menyumbangkan medali emas bagi Kaltim.
“Fitri satu-satunya atlet kategori dewasa di tim silat Kaltim, sementara yang lainnya masih di kategori pelajar atau junior,” ujarnya.
Ego menambahkan, persaingan di cabang pencak silat pada PON Bela Diri kali ini berlangsung sangat ketat karena kekuatan antarprovinsi relatif merata.
“Distribusi medali juga cukup tersebar. Tidak ada provinsi yang terlalu mendominasi. Paling banyak hanya dua medali emas, dan itu pun diraih oleh tuan rumah, Jawa Tengah,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Ego menilai hasil yang diperoleh menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran penting bagi IPSI Kaltim.
Ia menegaskan atlet-atlet muda yang tampil di PON Bela Diri akan menjadi aset berharga untuk menghadapi BK-PON 2027.
“Sebagian besar atlet kita adalah siswa SKOI yang tahun ini akan tamat SMA. Setelah itu, mereka akan naik ke level dewasa. Jadi, mereka ini kita siapkan sebagai kekuatan utama Kaltim untuk BK-PON nanti,” katanya.
Lebih lanjut, Ego menuturkan pada PON Bela Diri, sebagian besar peserta di kategori pencak silat memang berasal dari kelompok usia U-23.
“Karena batas usia maksimal 23 tahun, otomatis sebagian besar peserta masih junior. Jadi memang ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet muda,” jelasnya.
Terkait persiapan menuju PON berikutnya, Ego optimistis Kaltim bisa bersaing. “Silat Kaltim tetap optimis. Atlet-atlet yang tampil di PON Bela Diri ini masih junior, tapi kita juga punya banyak atlet senior yang belum turun di ajang itu. Ke depan, kita akan kolaborasikan mereka melalui seleksi dan kejuaraan untuk membentuk tim terbaik menuju PON,” pungkasnya.
Editor: Erwin