Pelatihan ini berlangsung selama tujuh hari, dari 25 hingga 31 Oktober 2025 di Hotel Fatma Tenggarong.
“Diikuti 40 orang pemuda asli Kukar tersebar di seluruh kecamatan se-Kukar. Rata-rata usia 20-30 tahun, muda semua dengan pelatihan wasit lisensi C3 nasional,” kata Ketua Askab PSSI Kukar, Thauhid Afrilian Noor didampingi Ketua Panitia Surya Agus kepada Korankaltim.com, Selasa (28/10/2025).
Ia menyebutkan, seluruh peserta yang mendapat pelatihan wasit lisensi C3 nasional ini mendapat bimbingan langsung terukur dan terstruktur dari instruktur wasit dari PSSI Pusat yakni Nurdin dan Budi Handayani.
Diketahui, sepak bola merupakan olahraga terpopuler di dunia, termasuk di Indonesia, khususnya di Kukar. Dengan banyaknya pertandingan sepak bola lokal dan tim yang berpartisipasi, pentingnya kompetensi wasit dalam pertandingan menjadi perhatian utama.
“Pelatihan wasit yang sistematis dan berkelanjutan dibutuhkan untuk menjaga kualitas permainan dan menerapkan peraturan dengan baik,” sebutnya.
Ia menegaskan wasit berperan krusial dalam permainan sepak bola. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga keadilan dan disiplin selama pertandingan, serta memastikan semua pemain mengikuti peraturan yang berlaku. Tanpa pelatihan yang memadai, wasit mungkin tidak mampu membuat keputusan tepat dalam situasi yang cepat dan kompleks.
“Kami memprioritaskan program peningkatan pengembangan SDM khususnya wasit dan pelatih supaya pembinaan olahraga sepak bola ini maksimal. Saat ini kita bisa fasilitasi ialah pelatihan wasit karena rata-rata wasit kita produktivtas menurun karena usia juga dan kita juga perlu jumlahnya yang banyak agar maksimal dengan banyaknya kegiatan kompetisi usia dini, U-13, U-15, U-21 U-23 belum lagi tarkam-tarkam di kecamatan-kecamatan,” pungkasnya.
Editor: Erwin