Apresiasi tinggi pun diberikan Rusdi kepada seluruh atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang telah berjuang membawa nama harum daerah di kancah nasional.
“Dengan napas tercekat oleh rasa haru dan bangga yang membuncah, saya berdiri dihadapan bayangan perjuangan,” ucap Rusdi Senin (27/10/2025). “Ini bukan sekadar ucapan, melainkan suara hati yang terdalam dari seorang nahkoda yang menyaksikan kapal-kapalnya berlayar dalam badai dan pulang membawa mahkota,” tegasnya.
Rusdi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus KONI Kaltim yang disebutnya sebagai “arsitek dibalik panggung”, atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam mengawal pembinaan olahraga di daerah.
“Dedikasi sunyi kalian, keringat dalam perencanaan, dan jiwa yang tak pernah lelah adalah fondasi tempat kami berpijak. Kalian adalah tiang-tiang kokoh yang menopang mimpi-mimpi besar ini,” ungkap Rusdi.
Ucapan serupa juga disampaikan kepada para ketua cabor bela diri seperti gulat, sambo, tarung derajat, kempo, silat, jujitsu, judo, taekwondo, wushu dan karate. Mereka sebagai “para nakhoda disiplin” yang memimpin dengan visi dan semangat tinggi.
“Kalian adalah jenderal yang menanamkan disiplin, membakar semangat, dan menjaga api tradisi kehormatan olahraga bela diri tetap menyala terang,” sebut Rusdi.
Puncak apresiasi sang ketua umum ditujukan kepada para atlet dan pelatih yang telah berjuang hingga titik akhir di arena PON Bela Diri Kudus 2025.
“Gemuruh sanjungan yang paling agung harus dialamatkan kepada kalian: para atlet, ksatria sejati Kaltim, dan para pelatih, guru kehidupan di matras,” ujarnya penuh semangat.
“Kalian telah berjuang melampaui batas fisik dan mental untuk mengukir prestasi emas, Kaltim masuk lima besar di kancah bela diri nasional PON Kudus 2025! Kita pulang membawa bukan sekadar medali, tapi juga martabat yang terangkat,” tegasnya.
Pencapaian di PON Kudus bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru menuju target yang lebih tinggi. Seluruh insan olahraga Kaltim diajak untuk terus bersatu dan bekerja sama mempersiapkan diri menghadapi PON 2028 di NTB dan NTT.
“Prestasi ini adalah api unggun, bukan akhir dari perjalanan. Kini pandangan kita harus lurus ke cakrawala. Mari kobarkan tekad, siapkan strategi, dan satukan tenaga. Kaltim bukan hanya datang untuk berlaga, tetapi datang untuk menaklukkan,” pungkas Rusdi.
Editor: Aspian Nur