Pelepasan berlangsung di Gedung KONI Kaltim Jalan Kusuma Bangsa Sabtu (25/10/2025) hari ini dan menurut Ketua Harian Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim Andi Iriyadi, keikutsertaan mereka merupakan bagian dari upaya menjaga performa atlet senior sekaligus memberi ruang regenerasi bagi pemain baru. “Yang berangkat tim senior khusus putra karena undangannya memang untuk kategori putra,” jelas Andi usai acara pelepasan kepada Korankaltim.com.
Jimbaran Series T10 merupakan turnamen nasional dengan format terbuka yang mempertemukan berbagai tim kuat dari dalam maupun luar negeri. “Lawannya cukup berat, karena ini sifatnya open tournament. Ada tim nasional, klub Garuda, bahkan kemungkinan juga tim dari Australia. Beberapa provinsi lain juga ikut,” sebutnya.
Atlet Pelatnas juga berlaga di kejuaraan ini, tergabung dalam klub seperti Garuda Club dan Bali Club, sehingga atmosfer kompetisi dipastikan akan ketat.
Meski waktu persiapan bersama sangat terbatas, pelatih sudah menjalankan program latihan jangka panjang yang sejalan dengan agenda tim. “Kami baru kumpul bersama pada 23 Oktober kemarin. Tapi program latihan sudah dijalankan jauh sebelumnya oleh pelatih masing-masing, baik untuk fisik maupun teknik permainan,” ungkap Andi.
PCI Kaltim mengapresiasi KONI yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan tim. “Alhamdulillah, seluruh biaya keberangkatan 17 orang ini dibiayai oleh KONI Kaltim,” sebutnya.
Kriket putra Kaltim akan berangkat melalui Balikpapan, kemudian melakukan uji coba lapangan setibanya di Bali. Pada 26 Oktober digelar technical meeting, sebelum pertandingan resmi dimulai pada 27 Oktober.
Skuat kriket Benua Etam kali ini masih didominasi oleh pemain-pemain berpengalaman yang sempat memperkuat Kaltim di PON XXI/2024 Aceh–Sumut. “Sekitar 70–80 persen masih pemain eks PON. Sisanya, sekitar 20–30 persen adalah pemain baru untuk proses regenerasi,” tutup Andi.
Editor: Aspian Nur