Bagi Kalimantan Timur (Kaltim), ajang ini bukan sekadar kompetisi tetapi juga pertaruhan untuk menembus dan mempertahankan posisi lima besar nasional.
Hingga Sabtu (25/10/2025) hari ini, kontingen Benua Etam menempati peringkat kelima sementara dengan raihan 16 medali emas, 15 perak dan 30 perunggu. Posisi ini menempatkan Kaltim di antara persaingan sengit dengan provinsi-provinsi besar dari Pulau Jawa.
Empat besar sementara dikuasai oleh, Jawa Barat (Jabar) dengan 30 Emas, DKI Jakarta (27), Jawa Timur/Jatim (23) dan Jawa Tengah/Jateng (20).
Sementara ancaman nyata untuk Kaltim datang dari Bali, yang membuntuti di peringkat keenam dengan 13 medali emas. Selisih tiga emas menjadi jarak yang tipis dan belum sepenuhnya aman bagi kontingen Kaltim.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengatakan peluang Kaltim untuk bertahan di lima besar masih terbuka namun membutuhkan strategi yang matang dan fokus maksimal pada cabang-cabang unggulan yang tersisa.
“Saat ini Kaltim sudah menunjukkan performa yang solid, terutama di Ju-Jitsu. Tapi masih ada peluang dari Karate dan Wushu yang bisa menjadi penentu posisi akhir Kaltim,” ujar Rusdiansyah kepada Korankaltim.com Sabtu (25/10/2025).
Capaian sementara ini membuktikan semangat juang atlet Kaltim tetap terjaga, meski harus bersaing dengan provinsi-provinsi bertradisi kuat di bidang bela diri. “Target lima besar itu realistis, tapi tidak boleh lengah. Setiap pertandingan sisa harus dimanfaatkan secara maksimal,” tegasnya.
Dari sisi teknis, Kaltim masih memiliki peluang emas di tiga cabang olahraga yakni karate, ju-jitsu (lanjutan) dan wushu. Ketiganya dikenal sebagai lumbung medali potensial bagi kontingen Benua Etam.
Untuk menjaga peluang tersebut, Rusdiansyah menekankan pentingnya langkah-langkah strategis. Evaluasi cepat, untuk menilai hasil pertandingan yang sudah lewat dan menghitung peluang realistis dari cabor tersisa. Fokus taktis, dengan memberikan dukungan penuh kepada atlet unggulan di nomor yang berpotensi meraih emas.
Kewaspadaan terhadap Bali, yang dikenal kuat di cabang Judo dan Kempo, dua cabor yang juga masih berlangsung dan bisa menggeser posisi Kaltim di klasemen akhir.
Secara matematis, Bali hanya perlu menambah empat medali emas lebih banyak dari Kaltim untuk naik ke posisi kelima. Kondisi ini membuat laga-laga penentuan di cabang bela diri menjadi sangat krusial.
Namun Rusdiansyah optimistis dan percaya dengan semangat dan kekompakan tim, Kaltim mampu menjaga posisi di papan atas. “Seluruh atlet sudah berjuang luar biasa. Sekarang tinggal bagaimana kita menjaga fokus dan memanfaatkan peluang yang tersisa. Kalau bisa menambah 4–5 emas lagi, posisi lima besar akan aman,” harap Rusdi.
Editor: Aspian Nur