Sebanyak sembilan kabupaten/kota ikut ambil bagian dalam ajang tersebut, menunjukkan tingginya antusiasme dan semangat pembinaan atlet di daerah.
Bendahara Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kaltim, Rendy R Ary, menyebut seluruh daerah di Kaltim ikut serta, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
“Yang ikut sembilan kabupaten/kota, minus Mahulu. Di sana memang belum ada atletnya,” ujar Rendy saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025).
Meski menjadi tuan rumah Porprov 2026, Kabupaten Paser juga turut ambil bagian dalam BK kali ini. Namun, keikutsertaannya bersifat wildcard atau uji coba semata.
“Paser boleh ikut tapi tidak boleh ambil medali. Mereka sudah otomatis lolos sebagai tuan rumah, jadi keikutsertaannya hanya sebagai try out,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan BK, cabang angkat besi mempertandingkan 10 kelas putra dan 10 kelas putri, sementara angkat berat mempertandingkan 9 kelas putra dan 9 kelas putri.
Dari hasil kualifikasi, setiap daerah berkesempatan meloloskan atletnya sesuai kuota minimal dari KONI Kaltim, yakni empat daerah, namun kali ini bisa mencapai tujuh daerah yang berhasil menembus Porprov.
“Yang paling banyak tentu Samarinda, full team yang lolos. Disusul Paser, Kukar, dan Balikpapan juga full team. Daerah lain seperti Kutim, Kubar, Berau, dan Bontang tetap meloloskan beberapa kelas. Jadi semua daerah terwakili,” terang Rendy.
Ia menambahkan, tidak ada daerah yang sepenuhnya gagal. Sebab, tiap kabupaten/kota memiliki kekuatan di kelas yang berbeda-beda.
“Semua ikut, tapi di kelas yang berbeda. Jadi tidak ada yang benar-benar gugur,” katanya.
Selain menunjukkan peta kekuatan antar-daerah, BK kali ini juga menjadi indikator positif bagi pemerataan pembinaan atlet.
“Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa, atlet membeludak. Ini menandakan pembinaan Pengprov berjalan baik,” sebutnya.
“Meski Samarinda masih dominan karena sarana-prasarana lebih lengkap, tapi Balikpapan, Kukar, dan Kutim sudah mulai mengejar,” tambahnya.
Dari sisi teknis, pelaksanaan BK berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk soal pendanaan.
Rendy menyebut seluruh daerah mampu mengirimkan atlet berkat sinergi antara pengurus cabang (Pengcab) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) masing-masing.
“Tidak ada kendala. Semua bisa berangkat karena dibantu oleh ketua pengcab dan Dispora. Seperti Berau dan Kubar yang awalnya terkendala biaya, akhirnya bisa ikut berkat dukungan dari daerahnya,” ujarnya.
Menyinggung regulasi menuju Porprov 2026, Rendy mengatakan bahwa aturan teknis (THB) masih menunggu keputusan resmi. Namun, untuk sementara pihaknya mengacu pada THB PON 2024 dan Popnas 2025.
“Kami masih menunggu THB 2028. Untuk sementara, aturan dan pembagian medali akan mengikuti format PON 2024 dan Popnas 2025,” katanya.
PABSI Kaltim juga memberlakukan kebijakan khusus bagi atlet yang sebelumnya tampil di PON 2024, yakni langsung lolos ke Porprov tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.
“Untuk angkat besi ada 11 atlet eks PON yang langsung lolos, begitu juga angkat berat 11 orang. Karena ini olahraga terukur, kita sudah tahu prestasi mereka,” tutur Rendy.
Secara keseluruhan, sekitar 140 atlet angkat besi dan 102 atlet angkat berat dipastikan lolos menuju Porprov 2026. “Angka itu masih bisa bertambah, tapi perkiraannya segitu. Semua daerah punya wakil,” pungkasnya.
Editor: Erwin