“Squash merupakan salah satu cabang olahraga potensial dan berpeluang besar menyumbangkan prestasi bagi Kaltim. Karena itu, kami berharap para peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan nantinya menjadi ujung tombak pembinaan squash di daerah,” ungkap Rasman saat membuka pelatihan.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis bagi pelatih dan wasit, tetapi juga menjadi sarana memperluas pemahaman tentang pengembangan olahraga secara menyeluruh. Pemerintah daerah menilai keberadaan SDM yang berkualitas di bidang perwasitan dan kepelatihan merupakan faktor penting dalam mendongkrak prestasi atlet.
Rasman mengimbau agar para peserta aktif berperan dalam memperkenalkan squash kepada generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah. “Kami ingin squash semakin dikenal masyarakat. Jika sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin akan lahir bibit-bibit atlet baru dari sekolah-sekolah di Kaltim,” sebut Rasman lagi.
Pelatihan diikuti 35 peserta yang berasal dari pengurus daerah dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kota Balikpapan.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, Dispora Kaltim menghadirkan nara sumber berpengalaman dari Surabaya, yang telah memiliki sertifikasi nasional di bidangnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Dispora Kaltim dalam menyiapkan SDM olahraga yang kompeten, sebagai pondasi dalam upaya meningkatkan prestasi daerah di tingkat regional maupun nasional.
“Dispora Kaltim akan terus mendorong pembinaan olahraga berbasis peningkatan SDM. Dengan pelatih dan wasit yang profesional, kami bisa memastikan pembinaan atlet berjalan lebih terarah,” tutup Rasman.
Editor: Aspian Nur