Hal tersebut dibahas dalam rapat pleno yang digelar di Samarinda, Kamis (2/10/2025) pagi.
Rapat dipimpin langsung Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dengan dihadiri jajaran pengurus harian serta unsur pimpinan organisasi.
Dalam forum tersebut, ditetapkan dua agenda besar yang akan digelar tahun depan. Pertama, Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026.
Agenda ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja organisasi, sekaligus perumusan strategi pengembangan olahraga di Kaltim.
Kedua, Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan dilaksanakan setelah Idulfitri 2026 untuk memilih kepengurusan baru.
“Insyaallah semua tetap berjalan sesuai rencana. Rakerprov di Februari, lalu Musorprov setelah lebaran. Untuk tanggal pastinya masih tentatif,” jelas Rusdi usai memimpin pleno.
Rusdi menekankan, Rakerprov memiliki peran penting sebagai ajang evaluasi. Selain membedah capaian program yang telah berjalan, forum tersebut juga akan membahas langkah-langkah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, peningkatan pembinaan atlet dan pelatih, serta mematangkan strategi jangka panjang menghadapi PON 2028.
Dalam kesempatan yang sama, Rusdi membuat pernyataan penting terkait posisinya. Ia menegaskan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua pada Musorprov mendatang.
“Keputusan ini sudah saya pikirkan matang-matang. Regenerasi itu mutlak dalam organisasi. Saya yakin ada banyak kader potensial yang siap membawa KONI Kaltim ke level lebih baik,” tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan tetap fokus menuntaskan amanah hingga akhir masa jabatannya. Prioritas utamanya adalah memastikan seluruh program berjalan dengan baik, serta menyiapkan proses pergantian kepemimpinan yang demokratis dan menghasilkan figur terbaik untuk memimpin KONI Kaltim ke depan.
“Sisa waktu jabatan ini akan saya dedikasikan untuk menjamin kesuksesan Porprov 2026,” kata Rusdi.
Menutup rapat pleno, Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang selama ini tetap solid mendukung jalannya roda organisasi.
Dia mengakui, perjalanan tidak selalu mulus, namun kekompakan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan.
“Tidak ada perjalanan tanpa badai. Tapi saya bangga kita bisa tetap berdiri bersama di tengah badai itu,” tutupnya.
Editor: Erwin