Terkait hal itu, Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Kaltim Rusdiansyah Aras menyebut harus ada strategi yang matang dan terintegrasi dari berbagai aspek untuk mewujudkannya. “Ada beberapa hal yang harus dimatangkan, ada strategi dan terintegrasi yang harus dilakukan,” ucap Rusdi, sapaan akrabnya kepada Korankaltim.com Selasa (23/9/2025) hari ini.
Beberapa poin penting dicatat Rusdi terkait persiapan yang harus dilakukan Benua Etam dalam sisa waktu kurang dari tiga tahun menuju pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu.
Perencanaan jangka panjang yang strategis jadi hal pertama yang harus dilakukan. “Identifikasi cabang olahraga unggulan karena tidak semua cabang olahraga memiliki peluang yang sama untuk menyumbang medali. Fokus pada cabang olahraga yang secara historis kuat dan berpotensi menyumbang banyak medali emas seperti atletik, renang atau cabang olahraga bela diri,” sebutnya.
Pemetaan kekuatan dan kelemahan terhadap tim sendiri juga harus dilakukan. Analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan serta kekuatan provinsi lain yang menjadi pesaing utama akan membantu dalam merumuskan strategi yang tepat.
Hal kedua adalah pembinaan atlet usia dini dan regenerasi. “Harus dilakukan pembinaan berjenjang, mulai dari tingkat junior, pembinaan atlet secara terstruktur dan berkelanjutan. Gelar kejuaraan daerah (kejurda) junior secara rutin untuk menjaring talenta-talenta muda,” tegas Rusdi.
Mengintegrasikan ilmu pengetahuan olahraga ke dalam program latihan atau yang dikenal dengan sebutan sport science mutlak diperlukan, karena mencakup nutrisi, psikologi olahraga, biomekanika dan teknologi terkini untuk mengoptimalkan performa atlet.
“Harus ada juga program kkhusus, membuat program pembinaan atlet berbakat dengan sistem sekolah berasrama yang memberikan fasilitas dan pelatihan intensif, seperti yang dilakukan beberapa provinsi di Indonesia,” jelasnya.
Faktor ketiga adalah dukungan manajemen dan finansial. Anggaran yang memadai untuk mencapai target Tiga Besar membutuhkan dukungan finansial yang juga besar. Perlu adanya alokasi anggaran yang jelas dan terarah untuk pemusatan latihan, uji coba, peralatan dan sport science.
“Kolaborasi lintas sektor, melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah dalam hal ini Dispora), KONI Kaltim hingga swasta diperlukan untuk menciptakan sinergi dalam mendukung program pembinaan atlet,” papar Rusdi.
Perlu juga untuk membentuk manajemen professional dan transparan yang bertugas mengelola semua aspek, mulai dari logistik, administrasi, hingga hubungan dengan pihak-pihak terkait.
Yang terakhir yang harus dilakukan dalam persiapan menuju 3 Besar di PON XXII/2028 adalah persiapan teknis dan non-teknis, meliputi uji coba dan kompetisi. “Mengikuti berbagai kejuaraan baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai uji coba penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan atlet dan mengevaluasi strategi yang telah diterapkan,” sebut Rusdi.
Selain latihan fisik, memberikan perhatian pada persiapan mental atlet juga harus dilakukan. Pelatihan psikologi sangat penting untuk mengatasi tekanan saat bertanding dan menjaga motivasi.
Selain itu perlu ada analisis pertandingan, menganalisis video pertandingan dari atlet sendiri dan lawan untuk menemukan celah yang bisa dimanfaatkan.
“Meskipun tantangan seperti keterbatasan anggaran dan krisis regenerasi atlet mungkin dihadapi, dengan perencanaan yang matang dan kerja keras dari semua pihak terkait, target tiga besar di PON 2028 sangat mungkin untuk dicapai,” tegas Rusdi.
Editor: Aspian Nur