Pelatihnya adalah Lidyawati Limanto, sedangkan skuat yang diturunkan terdiri dari Karina Ria Hardianti dan Nella Puspita Dewi di sektor putri serta David Antolient dan Ramanda Zibrilian Ramadhani di sektor putra. Mereka akan bertanding pada nomor beregu dan perorangan mulai 25 September hari Kamis lusa.
Lidyawati melalui Karina Ria kepada Korankaltim.com menyebut persiapan menuju ajang ini dilakukan relatif singkat, sekitar tiga bulan. Hal itu karena pemberitahuan keikutsertaan baru diterima cukup mendadak.
Meski begitu mereka optimistis timnya mampu memberikan hasil maksimal. “Targetnya tentu medali emas, baik di nomor beregu maupun perorangan. Walaupun memang ada keterbatasan, terutama karena aturan dari asosiasi Malaysia yang membuat kami tidak bisa turun di semua nomor,” ujar Karina jelang keberangkatan Selasa (23/9/2025) hari ini.
Nomor beregu sendiri akan menggunakan sistem Thomas dan Uber Cup, sehingga sektor putra dan putri dipertandingkan secara terpisah.
Karina mengakui ada tantangan tersendiri karena jumlah pemain yang terbatas. “Untuk beregu ada sedikit kesulitan karena kami kekurangan pemain. Tapi secara mental, saya yakin dengan teman-teman. Kami sudah terbiasa dengan pertandingan besar, jadi bisa mengatasinya,” ucapnya.
Sejauh ini mereka mengasah kemampuan lewat berbagai turnamen, termasuk Bayan Open di Balikpapan dan Kejurkot di Samarinda. Dari pengalaman itu, mereka semakin siap menghadapi lawan-lawan berat. “Peta kekuatan, yang paling kuat tentu tuan rumah, Sarawak. Tapi kami akan tetap berjuang sebaik mungkin,” ucap Karina.
Dengan persiapan mandiri yang dilakukan masing-masing atlet serta dukungan penuh dari pelatih, tim bulu tangkis Kaltim optimistis bisa menyumbangkan medali untuk Merah Putih di ajang Sukan Borneo 2025.
Editor: Aspian Nur