Atlet panahan Kaltim sendiri menjalani program latihan terarah di daerah masing-masing, dengan fokus utama pada nomor beregu meski tidak latihan bersama dalam satu TC.
Pelatih panahan Kaltim, Harmaji menjelaskan persiapan atlet dilakukan secara rutin. Panahan sendiri merupakan cabang olahraga yang menuntut konsistensi latihan sehingga meski tidak ada TC, program tetap berjalan.
“Kalau panahan ditanya kesiapannya kami selalu siap karena latihan rutin. Kami hanya perlu menyatukan program, terutama untuk nomor beregu, karena nomor perorangan sudah dijalani oleh atlet masing-masing di kabupaten dan kota,” jelas Harmaji kepada Korankaltim.com Senin (22/9/2025).
Program yang dijalankan kali ini juga bagian dari pembinaan jangka panjang yang didukung KONI Kaltim. Tujuannya tidak hanya menatap Sukan Borneo 2025, tetapi juga menjaga prestasi di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Program ini bagus ke depannya terutama untuk mempertahankan medali PON kemarin. Bahkan Ketua KONI sudah mencanangkan TC khusus bagi peraih medali. Itu yang kami harapkan berjalan konsisten,” sebut Harmaji lagi.
Untuk Sukan Borneo 2025, Kaltim menurunkan enam atlet panahan terdiri dari tiga putra dan tiga putri, yang akan turun di nomor compound putri dan recurve putra. Beberapa diantaranya merupakan peraih medali di PON sebelumnya.
“Kami memang tidak ada TC, tapi mudah-mudahan anak-anak tetap solid. Target kami tetap pada beregu putri compound dan beregu putra recurve,” ucap Harmaji.
Menariknya, mayoritas atlet yang diberangkatkan masih berstatus junior. Meski begitu pengalaman di level nasional membuat mereka optimistis bisa tampil maksimal.
Membaca peta kekuatan lawan di Sukan Borneo bukanlah perkara mudah. Hal ini disebabkan variasi peserta dari tahun ke tahun yang tidak menentu.
“Selama ikut Sukan Borneo, sulit memprediksi lawan. Kita tidak tahu siapa saja yang turun, negara mana saja yang ikut. Dulu sempat ada Australia dan Filipina, jadi memang sulit terbaca,” sebutnya.
Meski penuh tantangan, Harmaji optimistis panahan Kaltim mampu mempertahankan tradisi emas. Pada edisi-edisi sebelumnya, panahan selalu berhasil membawa pulang medali tertinggi. “Kalau berkaca pada Sukan sebelumnya, panahan selalu meraih emas. Mudah-mudahan tahun ini bisa mengulang kesuksesan itu,” harapnya.
Editor: Aspian Nur