Terkait itu, pada Jumat (19/9/2025) malam tadi PDBI Kaltim menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) masa kepengurusan 2025–2030 yang digelar di Gedung Guru Kompleks Prevab, Samarinda.
Ketua Pengprov PDBI Kaltim Akhmad Albert menjelaskan, Musprov ini memuat tiga agenda utama yaitu penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021–2025, pemilihan pengurus baru dan penetapan kepengurusan terpilih masa bakti 2025–2030.
“Peserta Musprov dari 15 pengurus periode 2021–2025 serta 20 perwakilan kabupaten juga kota. Total ada 35 peserta yang hadir, ditambah perwakilan dari KONI Kaltim,” jelas Albert.
Meski masa kepengurusan lama telah mendapatkan perpanjangan dari PB PDBI pusat hingga enam bulan, pihaknya memilih melaksanakan Musprov lebih cepat mengingat banyaknya agenda penting yang harus dijalani. “Kalau kepengurusan masih perpanjangan akan sulit secara administrasi dan mekanisme organisasi. Karena itu Musprov ini penting agar segera terbentuk pengurus definitif untuk menakhodai organisasi empat tahun ke depan,” sebut Albert.
Pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumut, drum band Kaltim tak berpartisipasi 2024 namun keputusan itu justru dianggap tepat. “Dari 17 nomor yang dipertandingkan, kontingen kuat seperti Jatim, Jabar dan Jateng hanya mampu meraih perak dan perunggu. Itu menjadi pelajaran berharga bagi kita agar ke depan bisa lebih matang mempersiapkan diri,” ucapnya.
Menatap pesta olahraga multievent tingkat provinsi tahun depan, drum band akan kembali dipertandingkan dan sejumlah daerah mulai serius mempersiapkan atlet, diantaranya Balikpapan, Paser, Berau, Kukar hingga Samarinda.
Bahkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disebut akan membentuk kepengurusan baru sekaligus menyiapkan atletnya. “Program PDBI berikutnya adalah Babak Kualifikasi Porprov VIII yang dijadwalkan awal Desember 2025,” sebutnya.
Sesuai aturan KONI, hanya lima kabupaten/kota ditambah tuan rumah yang berhak tampil. “Karena itu, babak kualifikasi harus dilaksanakan agar kuota ini bisa dipenuhi dengan adil,” tegas Albert.
Editor: Aspian Nur