Tim kabaddi Indonesia berhasil meraih total enam medali, terdiri atas satu emas, tiga perak, dan dua perunggu dari berbagai nomor pertandingan.
Dari sektor putra, Muhammad Iriansyah tampil impresif dengan mempersembahkan emas di nomor National Style serta perunggu di nomor Super Five.
Sementara itu, di sektor putri, Oktavia Riska Della turut menyumbang perak di nomor National Style dan perunggu di nomor Three Star.
“Hasil ini bisa dibilang luar biasa, karena persiapan kami hanya tiga hari sejak pemanggilan hingga berangkat bertanding ke Malaysia,” ungkap Iriansyah pada Kamis (18/9/2025).
Menurut Iriansyah, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa cabang olahraga Kabaddi memiliki potensi besar untuk bersaing di level Asia Tenggara, meskipun dengan persiapan yang sangat terbatas.
Dia optimistis, dengan dukungan dan pembinaan yang lebih serius, Timnas Indonesia mampu bersaing lebih jauh di ajang internasional.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, Iriansyah mengungkapkan bahwa masih terdapat kendala serius, terutama minimnya dukungan anggaran dari pusat.
Hingga kini, tidak ada program pemusatan latihan (TC) nasional yang didanai pemerintah, sehingga biaya pembinaan dan keberangkatan masih ditanggung mandiri oleh atlet maupun pengprov.
“Beruntung kami mendapat dukungan dari Pak Husinsyah selaku Ketua FOKSI Kaltim dan bantuan uang saku dari KONI Kaltim,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iriansyah berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan olahraga Kabaddi. Mengingat cabang ini berpotensi menyumbangkan prestasi di SEA Games mendatang.
Apalagi, dalam waktu dekat, akan ada pemanggilan kembali untuk memperkuat timnas dengan tambahan dua atlet asal Kaltim.
“Semoga ada perhatian lebih. Karena nanti ada pemanggilan lagi. Jadi selain saya dan Della, ada dua pemain Kaltim lagi yang ikut dipanggil. Harapan kami semua bisa berangkat dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Erwin